Dalam 3 Hari, Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh Tangkap 5 Penyalahguna Sabu

IMG-20180921-WA0021

BANDA ACEH, ACEH PORTAL.COM - Personel Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh menangkap lima pelaku penyalahguna sabu di tiga lokasi berbeda di kota Banda Aceh dalam waktu tiga hari sejak 15 September hingga 18 September kemarin. Para pelaku ini ditangkap selaku pengguna, pemilik dan pengedar sabu.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Resnarkoba, AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan, dalam penangkapan kali ini pihaknya mengamankan 32 paket sabu berukuran besar dan kecil dengan berat keseluruhan sebanyak 1,2 ons.

"Penangkapan dilakukan atas informasi masyarakat tentang adanya para penyalahguna narkotika jenis sabu," ujar Kasat Rabu (19/9/2018) siang.

Penangkapan pertama dilakukan di sebuah ruko (rumah toko) yang ada di Gampong Kuta Karang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Pelaku yang ditangkap berinisial AMD (20) dan ISM (27) yang merupakan mahasiswa.

"Dari penangkapan ini diamankan sebuah kotak kaleng rokok berisi 4 bungkus besar sabu dan sebuah kotak kaleng rokok berisi 25 bungkus kecil sabu dengan berat keseluruhan 8,94 gram," ungkap Kasat.

"Keduanya ditangkap Sabtu (15/9/2018) kemarin, barang haram itu milik AMD yang mengaku diperoleh dari Abu (nama panggilan) yang kini DPO. Sabu dibeli Jumat (14/9/2018) malam kemarin di pinggir jalan Gampong Blang Kiree, Kecamatan Darul Imarah seharga Rp 4 juta," katanya.

Sabu ini dibeli sebanyak satu bungkus yang kemudian dibagi menjadi beberapa bungkus kecil dan diakuinya dibeli untuk dijual kembali. Sementara ISM mengaku hanya ikut menggunakan sabu milik AMD.

"Lokasi penangkapan kedua di sebuah gubuk Gampong Lhang, Kecamatan Darul Imarah, Selasa (18/9/2018) dinihari. Dua buruh harian lepas ditangkap yakni JAU (36) dan AFZ (42) yang merupakan warga Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh," ungkapnya.

Polisi menyita batang bukti sebungkus sabu seberat 0,3 gram serta sebuah alat isap (bong) yang terbuat dari botol air mineral. Keduanya ditangkap setelah selesai menggunakan sabu di dalam gubuk tersebut.

"Keduanya mengaku barang bukti itu milik mereka yang dibeli dari Amad (nama panggilan) yang kini DPO seharga Rp 100 ribu dan barang bukti yang diamankan merupakan sisanya," kata mantan Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe ini.

Penangkapan selanjutnya dilakukan di sebuah tambak kawasan Gampong Surien, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Selasa (18/9/2018) sore kemarin sekira pukul 16.00 WIB. Pelaku yang diamankan yakni MUM (20), warga asal Kecamatan Simpang Tiga, Aceh Besar.

"Dari penangkapan ini kita amankan sebungkus sabu seberat 100,6 gram dan sebungkus sabu seberat 2,4 gram yang diamankan setelah menggeledah rumah yang ditempati tersangka di kawasan Gampong Lhong Cut, Kecamatan Banda Raya," jelasnya.

Dari keterangan MUM, sabu 2,4 gram ini diperoleh dari Rizal (nama panggilan) yang kini masih buron pada Senin (17/9/2018) kemarin di kawasan Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar yang dibeli seharga Rp 1,8 juta. Sementara barang bukti lain masih dalam penyelidikan.

"Seluruh tersangka masih kita amankan di Mapolresta Banda Aceh untuk diproses lebih lanjut," tambah AKP Budi Nasuha Waruwu.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...