Kanwil Bea Cukai Aceh Hibahkan 27 Ton Bawang Merah Ilegal Tangkapan di Langsa

Acehportal/HafizKanwil Bea Cukai Aceh Hibahkan 27 Ton Bawang Merah Ilegal Tangkapan di Langsa

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh menghibahkan 27 ton bawang merah ilegal kepada pemko Banda Aceh dan pemkab Aceh Besar serta Aceh Barat. Penghibahan ini dilakukan di Kanwil Bea Cukai Aceh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Rabu (29/8/2018) sore.

Dalam kesempatan itu, turut hadir sejumlah perwakilan pejabat dari instansi terkait seperti Kanwil Ditjen Kekayaan Negara Aceh, KPKNL Banda Aceh, Polda dan Kejati Aceh serta lainnya. Puluhan ton bawang ini merupakan hasil penindakan Polda Aceh yang kemudian diserahkan ke pihak Kanwil Bea Cukai Aceh.

Penangkapan bawang ini berawal saat tim Dit Polair Koorpolairud Baharkam Polri berpatroli menggunakan kapal KP Antasena-7006 dan mendapatkan informasi tentang adanya sebuah kapal yang bersembunyi di alur Sungai Bayeun, Aceh Timur yang diduga bermuatan bawang selundupan dari Malaysia.

Menerima informasi ini, tim kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kapal yang bernama KM Jasa Bahari itu dan ditemukan puluhan ton bawang merah ilegal asal Malaysia tanpa dokumen. Kapal yang ditinggalkan oleh pemiliknya itu pun lalu digiring ke dermaga Kuala Langsa untuk diproses lebih lanjut.

"Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan belum ditemukannya tersangka atau pemilik kapal hingga sekarang, akhirnya puluhan ton bawang ilegal ini diserahkan ke kita untuk ditindaklanjuti," ujar Kakanwil Bea Cukai Aceh, Agus Yulianto kepada wartawan.

Agus menjelaskan, setelah pihaknya melakukan penelitian, diketahui puluhan ton bawang ini senilai Rp 695 juta dan negara mengalami kerugian yang mencapai Rp 153 juta. "Setelah menjalani serangkaian proses, akhirnya bawang ini kita hibahkan kepada Pemko Banda Aceh, Pemkab Aceh Besar dan Aceh Barat," ungkapnya.

Masing-masing pemerintah kota/kabupaten, sambung Agus, menerima sebanyak 9 ton bawang merah yang nantinya akan dibagikan kepada pihak-pihak yang berhak serta layak dan membutuhkan. Dirinya berharap, penghibahan puluhan ton bawang merah ilegal ini nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat.

"Setelah dipertimbangkan akhirnya diputuskan untuk dihibahkan. Semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Ini juga sudah diuji keamanannya yang mana tidak mengandung hama penyakit dan lainnya serta layak untuk dihibahkan dan dikonsumsi," jelasnya.

Ketiga perwakilan pemko/pemkab tersebut pun menerima langsung puluhan ton bawang yang dihibahkan. Pihaknya berterima kasih sekaligus merasa bangga dengan penindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, bea cukai dan pihak terkait lainnya.

Puluhan ton bawang merah ilegal ini nantinya akan dibagikan kepada masyarakat di setiap gampong di kecamatan kabupaten/kota masing-masing, khususnya kepada masyarakat yang kurang mampu dan membutuhkan. Sementara diketahui, tiga ton bawang ilegal lainnya busuk dan rusak sehingga tidak dapat digunakan lagi.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Ekonomi

Komentar

Loading...