Bea Cukai: 1 Oktober 2018 Vape Tanpa Cukai Akan Disita

Kepala Bea Cukai Banda Aceh, Bambang Lusanto

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Pemerintah sudah menetapkan aturan dikenakannya cukai terhadap rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan vape sebesar 57 persen. Ini berlaku sejak 1 Juli lalu sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 146/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Kepala Bea Cukai Banda Aceh, Bambang Lusanto mengatakan, pemerintah juga memberikan tenggang waktu kepada para pengusaha rokok elektrik (vape) ini hingga tiga bulan terhitung sejak diberlakukannya PMK yakni tepatnya pada 1 Oktober mendatang.

"Terhitung Oktober nanti, produk vape tanpa pita cukai akan dikenakan sanksi berupa penyitaan hingga pembekuan usaha," ujarnya kepada wartawan seusai kegiatan sosialisasi tentang pengenaan cukai terhadap Hasil Pengelolaan Tembakau dan lainnya di salah satu warung kopi di Banda Aceh, Selasa (28/8/2018).

Ia menjelaskan, pengenaan cukai terhadap vape ini dikarenakan rokok elektrik atau vape merupakan barang hasil inensifikasi dari tembakau. Meski berupa cairan, di dalamnya terkandung ekstrak tembakau sehingga pemerintah memutuskan pungutan bea dan cukai terhadap liquid yang digunakan untuk vape ini.

Sementara, salah satu pelaku usaha vape di Banda Aceh, Laela mengatakan, penerapan aturan ini tergolong baik. Namun, pihaknya juga berharap agar adanya tenggang waktu yang lebih dari yang sudah ditentukan untuk menghabiskan sisa liquid yang saat ini belum dilengkapi pita cukai.

Menanggapi hal ini, Bambang mengatakan bahwa kesepakatan di atas adalah kesepakatan pemerintah pusat yang tentunya sudah berkoordinasi dengan asosiasi vape mewakili seluruh daerah di Indonesia.

"Jadi menurut mereka 3 bulan tenggang waktu itu adalah waktu yang cukup. Sebenarnya waktu yang diberikan ini bukan untuk menjual habis liquid yang sudah ada, tapi lebih untuk mereturnya hingga liquid ini dilengkapi pita cukai dan tergolong sah," tambah Bambang.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...