Satu Tewas Karena Melawan

Dalam Waktu 18 Jam, Tim Gabungan Tangkap Pelaku Penikaman Brigadir Faisal

istPolisi tangkap pelaku pembunuhan Brigadir Faisal di Aceh Utara

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Dalam waktu kurang lebih 18 jam, polisi akhirnya menangkap kelompok kriminal yang melakukan pembunuhan terhadap seorang anggota Polri yang bertugas di Sat Brimob Polda Aceh di Aceh Utara, yakni Brigadir Faisal.

Hal ini dikatakan Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak melalui Kabid Humas, Kombes Pol Misbahul Munauwar, Minggu (26/8/2018) malam. Petugas mengamankan enam orang tersangka yang salah seorangnya tewas terkena timah panas polisi karena berusaha melawan saat ditangkap.

"Alhamdulillah enam tersangka ditangkap, salah satunya meninggal dunia karena melawan petugas saat penangkapan," ujarnya melalui telepon seluler.

Belum diketahui pasti kronologis dan lokasi penangkapan terhadap kelompok kriminal yang diduga menyelundupkan sabu tersebut. Pasalnya, hingga kini tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Utara masih di lapangan guna melakukan pengembangan lebih lanjut.

"Itu informasi sementara yang kita peroleh dari Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin yang memimpin langsung tim gabungan. Mereka masih melakukan pengembangan di lapangan, kita masih menunggu informasi selanjutnya," ungkap Kabid Humas.

Dalam penangkapan itu, katanya, sepucuk senjata api jenis revolver milik Brigadir Faisal telah ditemukan. Akan tetapi, sepucuk senjata api lainnya jenis AK-56 beserta belasan amunisinya masih dalam pencarian beserta barang bukti lainnya seperti senjata tajam serta sabu yang diselundupkan.

"Pistol sudah ditemukan, satu lagi yang laras panjang masih dalam pencarian sekarang, makanya kita masih menunggu laporan dari lapangan. Nanti kita informasikan jika ada perkembangan," kata Kombes Pol Misbahul Munauwar lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anggota Polri yang bertugas di Sat Brimob Polda Aceh bernama Brigadir Faisal gugur saat menjalankan tugas. Pasalnya, ia tewas ditikam oleh pelaku yang diduga penyelundup sabu di kawasan Pantai Bantayan, Aceh Utara, Minggu (26/8/2018).

Diketahui, ia tewas saat melakukan pengintaian berdasarkan informasi masyarakat terhadap pelaku yang diduga sedang melakukan penyelundupan sabu di kawasan tersebut. Saat hendak ditangkap, terjadi perlawanan sehingga pelaku menikam korban di sejumlah bagian tubuh korban.

"Kita mendapat informasi awal bahwa ada kelompok (dugaan) yang membunuh anggota kita itu saat menyelundupkan sabu, saat akan disergap mereka menikam korban hingga meninggal dunia," ujar Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak melalui Kabid Humas, Kombes Pol Misbahul Munauwar saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, lokasi kejadian merupakan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang diduga kerap ditemukan sejumlah barang ilegal yang diselundupkan melalui jalur laut seperti bawang hingga narkotika jenis sabu serta yang lainnya.

Hingga kini polisi menurunkan personel untuk mengejar pelaku penikaman dan dugaan penyelundupan sabu tersebut. "Pelakunya berkelompok, tidak diketahui pasti jumlahnya dan hingga kini masih dalam pengejaran," ungkap Kabid Humas.

Dalam peristiwa itu, sambungnya, sepucuk senjata api milik Brigadir Faisal pun hilang diambil pelaku. Saat ini, jenazah korban sudah dibawa pulang ke kampung halamannya di Meurudu, Pidie untuk dilakukan proses pemakaman.

"Agar cepat terungkap, kita berharap doa dari masyarakat agar kasus ini bisa terungkap cepat dan pelaku ditangkap," tambah Kombes Pol Misbahul Munauwar.

Informasi yang diperoleh sebelumnya, Brigadir Faisal tewas saat akan mengungkap kasus penyelundupan sabu yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata di Pantai Bantayan, Aceh Utara. Peristiwa itu terjadi sekira pukul 01.00 WIB dinihari setelah diperoleh informasi adanya kelompok bersenjata yang menyandarkan kapal nelayan di lokasi.

Saat melakukan pengintaian ke lokasi, Brigadir Faisal bertemu dengan kelompok kriminal itu dan terjadi perlawanan sehingga korban mengalami luka tusuk di bagian mata, perut dan bahu. Polisi pun hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Dua pucuk senjata api milik Brigadir Faisal jenis revolver dan AK-56 beserta 19 butir amunisinya pun hilang, diduga dibawa kabur oleh pelaku. Senjata revolver merupakan senjata dinas yang biasa digunakan Brigadir Faisal, sementara senjata AK-56 merupakan senjata inventaris Reskrim.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...