BkkbN Aceh: Akses Pelayanan Bina Keluarga Lansia Melalui Inovasi 

Banda Aceh - Temu Kelanjutusiaan Tahun 2018 dengan mengangkat tema "Melalui Keluarga Mari Wujudkan Lansia Tangguh Yang Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat" yang digelar di Banda Aceh pada 20 Agustus lalu telah berakhir.

“Guna cepat tercapainya program tersebut kepada masyarakat, BkkbN Aceh mendekatkan akses pelayanan  dengan inovasi,”kata Kepala Perwakilan BkkbN Aceh, Sahidal Kastri, M.Pd di Banda Aceh, Minggu (26/8/2018).

Pada kesempatan itu Sahidal juga menyebutkan jumlah penduduk Lanjut Usia (Lansia) di Indonesia akan semakin meningkat.

Untuk itu, Ia berharap pemerintah daerah agar menjadikan Aceh sebagai daerah yang ramah terhadap Lansia.

"BkkbN di dalam Program Pembangunan Keluarga ada subtansi program bagi keluarga yang memiliki Lansia yaitu, Bina Keluarga Lansia atau BKL. Kita berharap pemerintah daerah dan masyarakat mendukung dan mensukseskan program ini, agar Lansia di Aceh tangguh, sejahtera, mandiri, dan bermartat," kata Sahidal.

Dokumentasi Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035 (data Bappenas, BPS, dan UNFPA) yang diluncurkan Presiden RI pada 29 Januari 2014 lalu, kata Sahidal menyebutkan, bahwa jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas sebesar 18,2 juta jiwa.

Diprediksi 2030 jumlah Lansia sudah melebihi dua kali lipat yaitu sekitar 40,1 juta jiwa. Pada masa itu proprosi Lansia di Indonesia sudah mencapai 10% dari total populasi di Indonesia.

Sejalan dengan itu, lanjut Sahidal, jumlah penduduk yang memasuki Lansia mencapai angka 16,13 % dan disusul dengan jumlah Lansia yang mencapai 8,43% dari total jumlah penduduk Indonesia (sumber BPS).

"Jumlah penduduk Lansia yang meningkat dapat memberi dampak positif dan negatif. Positif, apabila Lansia berada dalam keadaan sehat, aktif, dan produktif. Negatif, sebaliknya, Lansia akan menjadi beban apabila mengalami berbagai masalah kesehatan, ekonomi, sosial, dan lingkungan," jelasnya

Sementara itu, Deputi KS-PK (Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga) BkkbN, Dr. dr. M. Yani, M.Kes, PKK didampingi Direktur Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan, Dra. Widati, MM mengatakan, persoalannya dengan penduduk usia lanjut, pada Lansia disamping jasa-jasa nya kepada keluarga,  40 % dalam kondisi cukup sehat  dan sisanya Lansia, memilki tamgunggan penyakit, minimal bawa satu penyakit.

Sebut Yani, terkait penyakit sendi atau rematik. Radang pada kulit, Darah Manis (DM), jantung, dan jenisw penyakit lainnya. Biar saat Lansia tetap sehat, Yani menyarankan agar sejak usia muda menjalani pola hidup sehat. Menjaga pola makan yang sehat, tidak merokok, dan berolahraga.()

Komentar

Loading...