BNNP Aceh Gandeng Kementerian Bentuk KIPAN Aceh

Rapat Koordinasi dalam rangka Sosialisasi dan Pelaksanaan Rekruitmen Calon Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Aceh

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser menghadiri Rapat Koordinasi dalam rangka Sosialisasi dan Pelaksanaan Rekruitmen Calon Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Aceh.

Dalam kegiatan itu, hadir Alfredo Sani selaku Asdep Kepemudaan di Kementerian PMK, Yari Isnaini selaku Kabid di Asdep Peningkatan Wawasan Pemuda Kemenpora. Sementara, peserta rapat dari Kemenpora, Kemenko PMK, Dispora Aceh, BNNP Aceh dan LSM Gema Desa Nusantara yang dilaksanakan di Kyriad Muraya Hotel, Rabu (8/8/2018).

Kepala BNNP Aceh dalam sambutannya mengatakan, di Aceh saat ini dalam situasi darurat narkoba dimana setiap gampong di Aceh ini sudah terkontaminasi narkoba. Dimana Aceh juga menjadi salah satu daerah penyuplai narkoba kedaerah daerah lainnya.

"Begitu juga dengan pelaku nya, hampir semua orang yang berasal dari Aceh juga merupakan generasi muda Aceh," ujar Faisal.

Menurut Jenderal Bintang Satu ini, upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Aceh ini tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Namun dapat terlaksana jika dilakukan secara bersama-sama, bersinergi dan saling membantu.

"Saya tidak akan mampu sendirian dalam menjalankan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Provinsi Aceh ini," tegasnya.

Dengan situasi seperti ini, perlu adanya upaya serius dalam menjaga generasi muda kita dari pengaruh penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang harus terus dikerjakan serta dilakukan oleh kita bersama sama bersinergi. "Kalau dilakukan secara bersama-sama pasti bisa (Narkoba diberantas)," katanya lagi.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya mengajak Alfredo, Kadispora Aceh, Yari Isnaini untuk sama-sama membuat ikrar pemuda yang banyak peserta nya sebagai salah satu upaya kita dalam melindungi generasi kita untuk menjauhi narkoba.

"Mohon kepada Pak Alfredo dan Ibu Yari untuk disampaikan ke Bapak dan Ibu Menteri (Kemenpora & Kemenko PMK) agar bersama kita buat ikrar pemuda anti narkoba di Bumi Serambi Mekah Aceh yang kita cintai ini" ajak Brigjen Pol Faisal.

Alfredo Sani mengatakan, yang disampaikan oleh Kepala BNNP Aceh merupakan gambaran umum keadaan darurat narkoba di Aceh. Dimana ini merupakan seperti fenomena gunung es yang tidak terlihat lebih banyak lagi ketimbang yang terlihat.

"Nanti bagaimana caranya perlu adanya rancangan yang jelas dan tersistem, dimana kita membagi tugas baik yang pencegahan hingga Pemberantasan. Hal ini akan kita sampaikan ke kementerian agar menjadi masukan yang serius dan dapat tewujud," ungkap Alfredo.

Ia melanjutkan, Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) yang akan dibentuk untuk tahap awal sebanyak 200 orang. Dimana kader inti ini selanjutnya akan melakukan pengkaderan lagi terhadap pemuda di daerah masing-masing nantinya.

"Dengan harapan semakin banyak kader pemuda anti narkoba di setiap gampong di Aceh, maka cita-cita kita bersama untuk melindungi generasi muda kita dari pengaruh penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, dapat terlaksana," jelasnya.

Dispora Aceh bersama Kemenpora, Kemeko PMK serta BNNP Aceh akan melatih 200 orang Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) yang nantinya mereka akan menjadi kader yang akan meneruskan ke masyarakat luas di daerahnya masing-masing, serta menjadi agen di masing-masing gampong mereka.

Diakhir rapat tersebut disepakati bahwa pengukuhan 200 orang yang telah dilatih untuk menjadi Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) direncanakan akan dikukuhkan oleh Menteri Pemuda dan Olah Raga, Kepala BNN RI dan Gubernur Aceh yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2018 nanti.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...