Ombak Laut Simeulue Surganya Para Peselancar

Pesona Pulau Simeulue untuk selancar (Foto: tripadvisor)

Aceh - Saat memasuki kawasan pesisir pantai Simeulue, pengunjung akan disambut ombak laut yang eksotik dan kerap menantang para peselancar. Bagi mereka, Pulau Simeulue adalah surga yang belum banyak dikenal orang. Alunan ombak dengan ketinggian 5 meter, menjadi daya tarik tersendiri bagi para peselancar.

Beberapa lokasi strategis untuk berselancar di pulau ini diantaranya, kawasan pantai Nancala dan Maudil, Matanurung, Alus-alus, Busung, La’ayon, Pulau Batu Berlayar, Pulau Mincau, Pulau Teupah, kawasan Alafan dan sejumlah lokasi lainnya. Para pelancong yang belum lihai berselancar juga dapat menikmati keindahan laut dengan snorkeling di hampir semua kawasan pantai Simeulue.

Setiap masa liburan, objek wisata selancar ini selalu ramai dikunjungi para peselancar. Ombaknya yang menantang, membuat para peselancar ketagihan dan selalu mencoba “berjoged” diatas alunan ombak pantai Simeulue. Tidak sedikit peselancar Dunia mengunjungi spot selancar di pulau ini. Bahkan, setiap dua tahun sekali digelar event selancar internasional dan mendatangkan peselancar lokal dan dunia.

Ombak lautnya yang eksotik, seolah memikat hati para peselancar tanah air dan mancanegara untuk mencobanya. Event selancar (surfing) internasional menjadi agenda rutin nasional setiap dua tahun sekali di pulau ini. Para Surfer dunia dan lokal beradu ketangkasan memainkan papan selancar di atas alunan ombak laut Simeulue.

Surfing di Pantai Simeulu/foto.soulsurftravel

Seperti halnya di Bali, para pelancong yang hobi selancar ramai ditemui di kawasan spot surfing di pantai Simeulue. Biasanya para surfer hanya cukup menyewa sepeda motor di sejumlah resort di Simeulue, sudah cukup buat mereka mencari spot pilihan untuk berjoged diatas alunan ombak Simeulue. Sejumlah titik ombak yang menarik, dapat dikunjungi dengan menggunakan sepeda motor .

Bukan saja peselancar lokal, peselancar kelas dunia pun kerap bermain ombak di pulau Simeulue. Bila melintas di pantai yang berdekatan dengan spot selancar itu, kita dapat melihat para peselancar dari jalan raya. Alunan ombak dengan ketinggian 5 meter lebih membuat para peselancar untuk segera menari diatasnya. Di pantai alus-alus yang dikelilingi ribuan pohon kelapa milik warga ini, menambah eksotisnya pantai berpasir putih itu.

Asiknya, setelah berselancar sejumlah wisatawan lokal maupun mancanegara bisa langsung istirahat di pasir putih, dengan santapan buah kelapa muda yang dapat dipesan di lokasi. Betapa tidak, awasan Alus-alus Teupah Selatan ini merupakan pusatnya kelapa di kabupaten Simeulue. Biasanya para Surfer, berseancar pada pagi dan sore hari. Ombak pantai alus-alus menjadi salah satu spot selancar yang diminati wisatawan mancanegara. Mereka betah berlama-lama di Simeulue hanya untuk menikmati alunan ombak pulau tersebut.

Kabupaten Simeulue termauk salah satu pulau yang cukup mungil di Aceh. Keindahan alamnya begitu menggoda, membuat para pelancong dan peselancar pun datang ke pulau tersebut untuk menikmati panoramanya. Hamparan pasir putih, lambaian nyiur di pesisir pantai, dan gulungan ombak di tepi laut pulau ini, memang menghipnotis segenap perhatian para pelancong.

Bagi para peselancar, Pulau Simeulue adalah surge untuk berselancar. Ombak dengan ketinggian 5 meter dan laut yang bersih menjadi idaman banyak peselancar. Seorang Surfer nasional, Tipi Jabrik mengungkapkan, Simeulue merupakan salah satu destinasi wisata alam yang cukup berpotensi untuk dikembangkan di Aceh.

Abang kandung artis Luna Maya ini mengungkapkan, bila pemerintah sungguh-sungguh mempromsikan Simeulue, maka bukan tidak mungkin pulau tersebut akan popular seperti Bali. Hanya saja butuh keseriusan pemerintah untuk mempromosikan wisata Simeulue dalam berbagai aspek. “Saya melihat pulau Simeulue ini cukup berpotensi dikembangkan wisatanya. Apalagi ombak lautnya yang cukup menantang, pasti banyak diminati,” kata pria asal Bali ini saat menjadi peserta event Surfing Internasional beberapa tahun lalu di Simeulue.

Pelancong yang belum ahli berselancar bisa juga menikmati keindahan laut dengan snorkeling. Lokasinya hampir di semua pantai di Simeulue. Lokasi yang menjadi andalan antara lain Pulau Si Umat, Teupah Barat, dan Simeulue Timur.

Setiap waktu, selalu ada pelancong yang menyempatkan diri untuk berkunjung ke pulau Simeulue. Madin, seorang petugas resort di kawasan Maudil, mengaku, setiap waktu selalu ada pelancong mancanegara untuk berkunjung ke resort Maudil. Mereka didominasi wisatawan dari Eropa, Amerika, Australia dan beberapa Negara lainnya di dunia. Dikatakannya sejumlah turis yang sering berkunjung yakni dari Australia, Afrika, Belanda, Jerman, Kanada, Malaysia, dan Singapura. Merea tinggal di Simeulue selama beberapa pecan, untuk menikmati keindahan pulau simeulue dan utamanya menikmati laut Simeulue. ”Mereka dating dari Eropa, Amerika, dan Negara-negara lain di Asia. Para wisatawan menyempatkan diri untuk berselancar di Maudil dan beberapa lokasi lainnya. Mereka tinggal di resort,” kata Madin di Sinabang (ibukota Simeulue), Senin, (30/7/2018).

Meskipun pulau Simeulue termasuk pulau kecil dan terpencil, namun akomodasi di Pulau Simeulue cukup menjanjikan. Hampir semua lokasi selancar terdapat penginapan, bahkan resort. Kabupaten Simeulue merupakan gugusan kepulauan terdiri dari 41 pulau besar dan kecil. Kepulauan ini terletak di Samudra Indonesia, 105 mil laut (194,46 kilometer) dari Meulaboh, Aceh. Jika diukur dari Tapak Tuan, jarak Simeulue 85 mil laut (157,42 kilometer).

Juara event Aceh International Surfing Championship 2013, Dede Suryana, berjalan di bibir pantai Nancala-Maudil, Simeulue, setelah berhasil mengalahkan seluruh pesaingnya.

Pulau Simeulue merupakan pulau terbesar dari 41 pulau di kawasan itu. Pulau ini memanjang hingga 100,2 kilometer dan lebarnya 8 kilometer sampai 28 kilometer. Luas Pulau Simeulue mencapai 199.502 hektare.

Untuk mencapai Simeulue, pengunjung dapat menggunakan pesawat terbang dari Jakarta ke Medan sekitar 2 jam. Lalu, berlanjut terbang dari Medan ke Sinabang, ibu kota Simeulue, menggunakan pesawat jenis cessna atau foker, dengan waktu tempuh saat cuaca cerah 1 jam dan 30 menit.

Selain itu, bisa juga langsung menuju Banda Aceh, dan langsung melanjutkan perjalanan udara dari Badara Sultan Iskandar Muda menuju Bandara Lasikin, Simeulue. Selain via udara, dapat juga ditempuh via laut, dengan langsung menuju pelabuhan kuala Bubon Meulaboh, Aceh Barat setiap tiga kali trip seminggu. Jarak tempuh dari Kuala Bubon-Pelabuhan Kota Batu Sinabang sekitar 13 jam perjalanan laut, dengan menggunakan kapal feri.

Seanjutnya, rute laut dapat juga ditempuh melalui pelabuhan Labuhan Haji Aceh Selatan, dengan jarak tempuh 8 jam untuk tiba di pelabuhan Kota Batu Sinabang. Selain itu, dapat juga dilakuan dengan via Pelabuhan Pulo Sarong kabupaten Singki. Dari Pulo Sarok menuju pelabuhan Kota Batu memakan waktu sekirar 6 jam perjalanan laut, juga menggunakan kapal feri.

Bangun Fasilitas Wisata

Untuk mendukung suksesnya visi dan misi Bupati Simeulue terkait pembangunan sektor wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Simeulue akan membangun tempat-tempat wisata unggulan. Sejujmlah rencana untuk memetakan potensi wisata di pulau ini pun mulai dicanangkan.

SILAT PEDANG: Peserta lomba selancar internasional disambut atraksi seni kebudayaan Simeulue, Silat Pedang, saat tiba di depan pendopo Bupati Simeulue.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Simeulue, Abdul Karim mengatakan, program pengembangan pariwisata yang digalakkan Bupati Erly Hasyim dan Wakil Bupati Afridawati telah dituangkan dalam sebuah master plan. Saat ini, katanya,terdapat sepuluh titik destinasi wisata yang sudah direncakan akan dibangun sebagai tempat pariwisata unggulan seperti kawasan menyelam (diving) yang ada di Babang Kecamatan Simeulue Timur, Pantai Along di Kecamatan Salang, Batu Si Ambong-Ambong di Kecamatan Alafan. Selain itu, juga dibangun tempat-tempat wisata lainnya yang mendukung pengembangan sektor wisata pantai dan laut.

Sejumlah master plan yang dipastikan pengembannya, seperti kawasan Pantai Along di Kecamatan Salang, mulai tahun depan, segera dilakukan pembangunannya dengan dana yang bersumber dari APBN. Dia berharap rencana ini, menjadi modalpembangunan wisata pantai di kawasan tersebut, sehingga menjadi kawasan pariwisata unggulan yang dapat menarik para wisatawan.

“Kita berharap program peningkatan pariwisata oleh Bupati dan Wakil Bupati sangat relevan dengan membangun tempat pariwisata secara tuntas. Hal ini agar Simeulue kedepan bisa menjadi destinasi wisata baru baik di tingkat nasional maupun internasional," kata Abdul Karim. (**)

Komentar

Loading...