Ini Yang Dilakukan BNNP Untuk Upaya Bebaskan Aceh dari Narkoba 

Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di halaman Kantor Gubernur Aceh

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Untuk mencapai visi dan misi dalam membebaskan Aceh dari narkoba, pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh melakukan berbagai kegiatan yang melibatkan sejumlah pihak. Kegiatan ini dilakukan sejak periode 2017 hingga 2018 ini.

Hal ini dikatakan Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Nasir saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang dilaksanakan di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (26/7/2018) kemarin.

"Dari bidang pemberantasan, kita bersama BNN Pusat melakukan penangkapan dan pemutusan jaringan sindikat narkoba di Aceh selama 2017 hingga 2018. Ada empat lokasi yang digerebek dan diungkap," ujarnya.

Ia menjelaskan, dari penungkapan itu pihaknya mengamankan 523.488 gram sabu, 1.847.000,20 gram ganja, 51.311 butir ekstasi dan 10.000 butir pil happy five. Sementara dari hasil operasi bersama antara Polda Aceh dan Bea Cukai, pihaknya mengungkap lebih kurang 600 kilogram sabu.

"Untuk operasi bersama dengan PDRM (Polis Diraja Malaysia) diungkap lebih kurang 40 kilogram sabu. Hasil pengungkapan di Lapas Tanjung Gusta Medan sebanyak 140 kilogram sabu, di Lapas Salemba diungkap lebih kurang 1.000 kilogram ganja," ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, pemusnahaan ladang ganja bersama BNN Pusat di tiga lokasi sebanyak 17 hektar. "Tersangka narkoba dari Aceh yang ditangkap di luar Aceh hendaknya jangan dikembalikan ke Aceh," kata Faisal.

Di bidang pencegahan, BNNP Aceh selama ini melakukan kegiatan advokasi berupa rapat koordinasi, membangun jaringan, asistensi beserta penguatannya dan sosialisasi kepada masyarakat luas baik secara langsung atau melalui media massa.

Sementara di bidang pemberdayaan masyarakat, dilakukan kegiatan peran serta masyarakat berupa tes urine, pembentukan penggiat, pelatihan dan pengembangan kapasitas.

"Ada juga pelaksanaan Program Grand Design Alternative Development (GDAD) di Aceh adalah program khusus untuk menurunkan dan mengganti tanaman ganja menjadi tanaman produktif serta mengubah penanam ganja jadi petani produksi unggul di sektor pertanian, tiga wilayah jadi pilot project untuk hal ini yakni Aceh Besar, Bener Meriah dan Gayo Lues," katanya.

Sementara di bidang rehabilitasi, lanjutnya, berdasarkan hasil survei BNN, angka penyalahguna narkoba di Aceh saat ini mencapai di tingkat yang sangat mengkhawatirkan yakni 73.201 orang. Sedangkan jumlah pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba yang direhabilitasi sebanyak 916 orang.

"Sisanya belum dapat direhabilitasi. Mengingat hal itu diharapkan pemerintah dapat membantu menyediakan tempat rehab bagi penyalahguna tersebut. BNNP Aceh juga memberikan layanan pasca rehab terhadap 329 orang mantan pecandu dan korban penyalahguna narkotika," tambahnya.

Dalam kegiatan itu, turut hadir Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Pangdam IM, Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin, Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda beserta sejumlah unsur forkopimda lainnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...