BKIPM Sosialisasi, Wilker Singkil Akan Dibentuk

BKIPM Sosialisasi, Wilker Singkil Akan Dibentuk

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM- Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Aceh kembali melakukan  sosialisasi peraturan perkarantinaan ikan dan mutu hasil perikanan di Aceh Singkil, tepatnya di Kantor Bupati Aceh Singkil, Kamis (19/7/2018) kemari.

Kepala BKIPM Aceh, Diky Agung Setiawan mengatakan, kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Singkil, Ismed Taufik dan dihadiri oleh para panglima laot serta pengusaha perikanan yang berasal dari Aceh Singkil dan Pulau Banyak.

"Hal ini dilakukan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat Singkil terkait pentingnya gerakan masyarakat yang sadar mutu dan karantina ikan. Selain itu, tentu yang tidak kalah penting adalah menjaring data potensi perikanan Aceh yang lebih akurat," ujarnya Jumat (20/7/2018) saat dikonfirmasi.

Diky menjelaskan, para panglima laot serta pengusaha perikanan Singkil menyambut baik kegiatan itu meski beberapa pengusaha menghawatirkan kendala teknis di lapangan  terkait lamanya waktu pemeriksaan dan sertifikasi.

Namun, BKIPM berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik sesuai SOP yang berlaku. "Secara umum seluruh steakholder berkomitmen kooperatif dengan BKIPM untuk mewujudkan Kedaulatan Perikanan Aceh," katanya.

Setelah melakukan sosialisasi, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan koordinasi dan komunikasi dengan Bupati Aceh Singkil. "Beliau sangat mendukung pembukaan BKIPM Wilker Singkil dan langsung memberikan bekas rumah dinas wakil bupati yang berlokasi di samping Kodim 0109 Aceh Singkil sebagai kantor BKIPM Wilker Singkil," jelasnya.

Sementara itu, sambung Diky, kabar baik datang dari BKIPM wilayah kerja Langsa. Tercatat, sekitar 250 ton yang didominasi ikan tongkol tersertifikasi sejak bulan Mei hingga Juli ini. Data itu selama ini tidak tercatat karena produk tidak dilakukan sertifikasi sebelumnya.

"Pengusaha perikanan yang kooperatif melaporkan produknya pun diperkirakan baru 10 persen jika dibanding data BKIPM di Wilayah Sumut yang bahan bakunya sebenarnya berasal dari Aceh," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...