Serapan Belanja Negara di Aceh Tahun 2018 Capai 43,4 Persen

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Aceh Zaid Burhan Ibrahim

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM  – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Aceh Zaid Burhan Ibrahim  mengatakan penyerapan belanja negara sampai  dengan triwulan II 2018 mencapai 43,4 persen sedangkan untuk realisasi pendapatan negara sebesar 30,3 persen.

Ia menyebutkan, Dari sisi pertumbuhan realisasi APBN sampai dengan triwulan II 2018 di Aceh menunjukkan adanya kontraksi dari sisi belanja negara namun tidak terlalu lebar dibandingkan periode yang sama di tahun anggaran yang lalu yaitu sebesar 0,7 persen.

Namun, kata Zaid, dari sisi pendapatan negara menunjukkan pertumbuhan yang positif sebesar 5,1%.

“Untuk penyerapan anggaran belanja modal dan belanja transfer ke daerah masih belum optimal sampai dengan triwulan II 2018 dan menjadi kontributor kontraksi pada belanja negara di Aceh,” ujarnya.

Dikatakannya, walaupun secara agregat realisasi belanja negara mengalami kontraksi, namun belanja Pemerintah Pusat yang dilaksanakan oleh instansi vertikal Kementerian/Lembaga (K/L) di daerah telah terealisasi sebesar Rp5.083,8 triliun atau lebih tinggi 13,2% dibandingan periode yang sama tahun anggaran yang lalu.

“Jika dibandingkan dengan tingkat serapan anggaran dengan TAYL, belanja Pemerintah Pusat dalam bentuk jenis Belanja Pegawai, Barang, dan Bansos dapat diserap lebih cepat karena momentum hari raya dan penyaluran bidik misi di bulan Juni 2018,” jelasnya.

Sementara itu, kata Zaid, Transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) yang telah terealisasi sampai dengan triwulan II sebesar Rp16,090 triliun (46,1%) atau lebih rendah 4,4% dibandingkan realisasi triwulan II 2018.

Namun, bila dirincikan transfer ke Daerah telah terealisasi sebesar Rp13,417 triliun atau sebesar 44,1% dalam bentuk Dana Perimbangan dan Dana Insentif Daerah.

Sedangkan Dana Desa, jelas zaid  telah tersalurkan ke seluruh kab/Kota rata-rata sebesar 60% atau senilai Rp2,672 triliun.

Untuk, realisasi pendapatan negara dan hibah yang mampu dihimpun sampai dengan triwulan II 2018 sebesar Rp1,845 triliun lebih tinggi 5,1% dari realisasi penerimaan triwulan II 2017.

Sampai saat ini, Penerimaan perpajakan dan PNBP sampai dengan triwulan II 2018 sebesar Rp1,514 triliun (27,4%) dan Rp327,3 miliar (62,4%). Kedua jenis penerimaan dalam negeri tersebut mampu tumbuh jika dibandingkan dengan TAYL berturut-turut sebesar 3,9% dan 14,2%.

“Penerimaan hibah dalam rangka penyelenggaraan Pilkada di 3 kab/kota di Aceh dan persiapan Pileg/Pilpres 2019 sampai dengan akhir triwulan II 2018 telah dipertanggungjawabkan oleh penerima hibah sebesar Rp3,7 miliar atau 10,6% dari nilai komitmen pemberian hibah sebesar Rp34,7 miliar,” ungkapnya.

Penulis:Dedi
Rubrik:Ekonomi

Komentar

Loading...