Pembangunan Jembatan Senilai Rp 4,6 M di Aceh Utara Memprihatinkan

Temuan Panitia Khusus (Pansus) V DPRA terhadap proyek jembatan tahun anggaran 2017 di Aceh Utara kondisinya memprihatinkan.

BANDA ACEH,  ACEHPORTAL.COM -  Temuan Panitia Khusus (Pansus) V DPRA terhadap proyek jembatan  tahun anggaran 2017 di Aceh Utara kondisinya sangat memprihatinkan.

Dalam laporan yang dibacakan Ermiadi menyebutkan, pembangunan Jembatan Pucok Alue Kec. Baktiya Kab. Aceh Utara, Nilai Kontrak Rp. 2.999.630.000, ( Dua Milyar Sembilan Ratus Sembilan Puluh Sembilan Juta Enam Ratus Tiga Puluh Ribu Rupiah ), Dikerjakan oleh PT. Pilar Jurong Sejati, hasil laporan rekam jejak berstatus M ( Putus Kontrak), hasil akhir adalah Jembatan Komposit 20 m x 6 m (Abutmen 2 unit, Lantai, Railling, Timbunan & Pas Batu Oprit).

Hasil Peninjauan PANSUS V DPRA Tahun 2018 di lapangan pembangunan jembatan komposit 20 x 6 m, (abutment 2 unit, lantai, railling, timbunan dan pas batu oprit kondisi pekerjaan yang belum diselesaikan).

Saat peninjauan dilakukan Pansus Dapil V mengalami kendala dikarenakan tidak adanya pendamping dari dinas terkait yang dapat menjelaskan tentang proyek ini. Untuk itu Pansus Dapil V menyarankan agar Pembangunan Jembatan Pucok Alue ini agar dapat dilanjutkan sehingga dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, mengingat sudah banyak dana yang dikucurkan untuk pembangunan jembatan ini.

Dan Pansus Dapil V meminta kepada Kepala Pemerintah Aceh untuk memerintahkan Dinas PUPR Aceh untuk turun kelapangan dan membuat perencanaan serta menghitung biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan jembatan tersebut sehingga dengan perencanaan dan perhitungan yang benar akan didapatkan biaya untuk pembangunan tahap akhir atau Finishing dalam pengerjaan jembatan tersebut.

Pansus V melaporkan juga menemukan kendala yang sama untuk dua jembatan lainnya yaitu :

  1. Pembangunan Jembatan Langkahan ( Desa Rumoh Rayeuk) Kec. Langkahan Kab.

Aceh Utara.

  1. Pembangunan Jembatan Rayeek Pangee Desa Rayeek Pange kec. Matang Kuli

Kab. Aceh Utara.

Untuk ketiga jembatan tersebut Pansus Dapil V juga menyarankan dan meminta Pemerintah Aceh untuk memerintahkan Dinas PUPR untuk melakukan peninjauan lapangan dan membuat  perencanaan untuk penyelesaian ketiga jembatan tersebut.

Selain itu Pansus V juga menemukan pembangunan Jembatan Langkahan ( Desa Rumoh Rayeuk) Kec. Langkahan Kab. Aceh Utara, Nilai Kontrak Rp. 1.850.558.000,- ( Satu Milyar Delapan Ratus Lima Puluh Juta lima Ratus Lima Puluh Delapan Ribu Rupiah ), Dikerjakan oleh CV Alif Perkasa, Hasil Laporan Rekam Jejak berstatus B atau Selesai dan sudah dimanfaatkan masyarakat akan tetapi hasilnya kurang baik.

Dinding jembatan sudah ada yang retak, jalan pada jembatan terlihat besi dan timbunan yang tidak rata sangat berbahaya bagi pengguna jalan). Untuk itu Tim Pansus mengharapkan kepada Dinas PUPR agar meminta rekanan untuk memperbaiki pekerjaan yang belum sempurna. Tim Pansus juga menyarankan agar pekerjaan Pembangunan Jembatan Langkahan ini dilanjutkan pada Tahun Anggaran 2019 .

Penulis:redaksi
Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...