Dandim 0105 : Wawasan Kebangsaan Lahir Ketika Bangsa Indonesia Berjuang

Meulaboh, acehportal.com – Kegiatan Sosialisasi Pemahaman dan Pengembangan Ideologi Pancasila serta Wawasan Kebangsaan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang digelar Kesbangpol Aceh Barat, turut dihadiri Dandim 0105/ Aceh Barat, Letkol Kav Nurul Diyanto. Senin (2/07/18).

Dalam kegiatan tersebut, Letkol Kav Nurul turut memaparkan materi tentang sejarah lahirnya wawasan kebangsaan. Turut pula dihadiri, diantaranya Bupati Aceh Barat H. Ramli MS, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Drs. Muslim Raden,  Kepala Kantor Kesbangpol Aceh Barat Drs. Jhon Aswir, mahasiswa dan tokoh lainnya.

Dihadapan para peserta Dandim menyampaikan, wawasan kebangsaan lahir ketika bangsa Indonesia berjuang membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan, seperti penjajahan oleh Portugis, Belanda dan Jepang.

Lanjutnya, Perjuangan bangsa Indonesia yang waktu itu masih bersifat lokal ternyata tidak membawa hasil, karena belum adanya persatuan dan kesatuan, sedangkan di sisi lain kaum kolonial terus menggunakan politik “devide et impera”.

“Catatan sejarah perlawanan para pahlawan itu telah membuktikan kepada kita tentang semangat perjuangan bangsa Indonesia yang tidak pernah padam dalam usaha mengusir penjajah dari Nusantara,” kata Dandim.

Dikatakannya, dalam perkembangan, muncul kesadaran bahwa perjuangan yang bersifat nasional, yakni perjuangan yang berlandaskan persatuan dan kesatuan dari seluruh bangsa Indonesia akan mempunyai kekuatan yang nyata.

Kesadaran tersebut, tambah Dandim kemudian mendapatkan bentuk dengan lahirnya pergerakan Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang merupakan tonggak awal sejarah perjuangan bangsa yang bersifat nasional itu, yang kemudian disusul dengan lahirnya gerakan-gerakan kebangsaan di bidang politik, ekonomi/perdagangan, pendidikan, kesenian, pers dan kewanitaan.

“Tekad perjuangan itu lebih tegas lagi dengan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 dengan ikrar Satu Nusa, Satu Bangsa, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia,” tuturnya.

“Wawasan kebangsaan tersebut kemudian mencapai satu tonggak sejarah, bersatu padu memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945,” tambahnya.

Dijelaskannya, Nilai Dasar Wawasan Kebangsaan yang terwujud dalam persatuan dan kesatuan bangsa memiliki enam dimensi yang bersifat mendasar dan fundamental, yakni Penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, Tekad bersama untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas, merdeka, dan berdaulat.

“Cinta akan tanah air dan bangsa, Demokrasi atau kedaulatan rakyat, Kesetiakawanan sosial, Masyarakat adil-makmur,” tuturnya.

Komentar

Loading...