Pembangunan SMAN Modal Bangsa dan SMKN Penerbangan Terkesan Asal Jadi

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM – Pembangunan Ruang Kegiatan Belajar (RKB) Sekolah MAN Modal Bangsa dan  SMK Penerbangan Aceh terkesan asal jadi karena sebagian ruangan sudah mengalami kerusakan.

Pembangunan dua lantai RKB SMAN Modal Bangsa yang terletak di Kabupaten Aceh Besar dengan nilai kontrak Rp. 1.995.059.000.

Dari hasil pengamatan tim Pansus I, bangunan lantai pertama tersebut telah difungsikan untuk ruang belajar siswa, namun terkesan dipaksakan pembangunannya yaitu pada kegiatan pemasangan plafon.

Menurut amatan tim Pansus seharusnya plafon ditunda terlebih dahulu kerena bangunan lantai dua belum selesai dan akan berakibat merembesnya air hujan dari dak beton dan mengakibatkan plafon yang berbahan gipsum di bawahnya rusak sehingga tidak indah untuk dipandang.

Selanjutnya tim juga menemukan bahwa dinding terlihat retak halus, kusen pintu dan jendela tidak rapi dalam pengecatan, keramik pada teras bergelombang, elevasi teras dan halaman gedung terlihat hampir sejajar dan dikhawatirkan air yang tergenang di halaman akan masuk ke teras dan ruang belajar.

Dari hasil pertemuan dengan Kepala sekolah, SMAN Model Bangsa memerlukan percepatan pembangunan dari sisa gedung RKB belum selesai dan penambahan satu unit lagi gedung RKB dua lantai untuk kegiatan belajar siswa.

Selain itu, pembangunan RKB (2 lantai) SMKN Penerbangan Aceh Pembangunan RKB (2 lantai) SMKN Penerbangan Aceh dengan nilai kontrak Rp.3.597.600.000,-Tim Pansus menemukan ada beberapa pintu dilantai dua telah rusak.

Pembangunan asrama siswa (bertingkat) SMKN Penerbangan Aceh. Pembangunan asrama siswa SMKN Penerbangan Aceh dengan nilai kontrak Rp. 4.407.835.000.- Tim Pansus menemukan kualitas pekerjaan yang tidak rapi seperti cat dinding yang terkelupas dan berbekas ditangan bila disentuh, daun pintu dan jendela berkualitas rendah, ralling tangga tidak kokoh, lantai

keramik pada teras masuk banyak yang sudah bolong/pecah, air septictank meluap dan menggenangi area halaman depan, sungguh disayangkan melihat kondisi asrama anak didik yang terlihat jorok dan tidak tertata dengan baik.

Pembangunan rumah guru SMKN Penerbangan Aceh Pembangunan rumah guru SMKN Penerbangan Aceh dengan nilai kontrak Rp. 4.424.662.000,- Tim Pansus juga menemukan dalam pengecatan kusen dan jendela tidak rapi dan ada beberapa jendela dilantai dua bagian bawahnya tidak terkena cat sehingga perlu diulang kembali pekerjaan pengecatan tersebut.

Tim Pansus menyayangkan mengapa ULP harus selalu memenangkan rekanan yang sama, pada hal mutu pekerjaan sangat di bawah standar, sangat memprihatinkan kondisi SMKN tersebut layaknya sebuah kandang lembu dan operasionalisasi SMKN tersebut sangat tidak profesional.

Khusus mengenai keberadaan SMK Penerbangan Aceh, Tim Pansus I DPR Aceh meminta kepada Gubernur Aceh untuk meninjau ke lokasi agar melihat bagaimana kualitas pembanggunan sekolah SMKN penerbangan Aceh yang sudah bertahun-tahun tidak ada perubahan padahal sudah banyak biaya dan waktu yang telah habis untuk pembangunan sekolah kebanggaan ini.

Penulis:redaksi
Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...