Polisi Tangkap 3 Penculik di Aceh Utara 

ilustrasi

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Aceh Utara menangkap tiga penculik seorang warga di wilayah hukum setempat. Polisi pun mengamankan salah satu barang bukti berupa sepucuk senjata air softgun dan satu unit mobil.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim, Iptu Rezki Kholiddiansyah mengatakan, ketiga tersangka yang diduga terlibat atas penculikan Junaidi, warga Gampong Alue Drien, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, berjumlah 10 orang.

"Namun tiga orang yang sudah kita amankan yakni MY, MZ dan AM, warga Aceh Utara, sementara 7 orang lainnya masih DPO. Diketahui salah satunya baru tertangkap oleh Polres Aceh Tengah atas kasus curanmor," ujarnya saat dikonfirmasi Sabtu (7/4/2018).

Kasat menjelaskan, penculikan dan penganiayaan terhadap korban ini terjadi pada Rabu (21/2/2018) lalu di kawasan Gampong Alue Jamok, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Motif penculikan ini sendiri didasari karena diduga terkait dengan utang-piutang penggelapan sabu.

"Korban diculik sekira pukul 20.30 WIB oleh 7 tersangka menggunakan mobil jenis Toyota Avanza bernopol BK 1602 DC saat korban berada di jalan irigasi kawasan gampong setempat bersama seorang rekannya," kata Iptu Rezki.

Setelah diculik, lanjutnya, korban dibawa ke rumah tersangka MY yang berada di kawasan Gampong Panton Rayeuk, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara. Korban pun dianiaya hingga mengalami luka serius dan mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat, setelah korban dilepaskan dua hari pasca diculik.

"Setelah disekap, korban dianiaya para pelaku. Kawanan penculikan ini kemudian menghubungi istri korban dan meminta uang tebusan senilai Rp 500 juta. Saat itu istri korban melapor dan langsung kita tindak lanjut," jelasnya.

Saat dihubungi para pelaku, sambungnya, istri korban pun hanya menyanggupi permintaan para pelaku dengan menebus senilai Rp 150 juta, sehingga disepakati dan transaksi terjadi di lokasi yang sudah ditentukan. MY yang saat itu mengambil uang akhirnya ditangkap.

"Setelah menangkap MY dan diinterogasi, kita kemudian menangkap MZ di kawasan kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara. MZ diketahui berperan sebagai sopir saat menculik korban. Di rumahnya, ditemukan sepucuk senjata air softgun," ungkapnya.

Setelah dilakukan pengembangan lanjutan, polisi menangkap tersangka ketiga yakni AM di rumahnya. Bahkan, petugas pun menemukan satu paket sabu beserta alat isap (bong) saat melakukan penggeledahan.

"Tersangka dan barang bukti yang disebut beserta tali dan lakban, kayu untuk menganiaya korban, masih diamankan di Mapolres. Saat ini masih terus kita kembangkan," tambah Iptu Rezki Kholiddiansyah.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...