Tiga Mucikari Prostitusi di Banda Aceh Diduga Masih Berkeliaran

Polisi amankan sejumlah muda mudi yang diduga terlibat prostitusi online

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - MRS (28), mucikari praktik prostitusi online di Banda Aceh yang kemarin ditangkap Unit PPA Sat Reskrim Polresta Banda Aceh ternyata merupakan satu dari empat orang yang masuk ke daftar pencarian orang (DPO) pada kasus serupa.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi VII DPR Aceh, Ghufran Zainal Abidin, usai melakukan rapat tertutup dengan stakeholder lainnya, di gedung dewan tersebut, Rabu (28/3/2018) sore.

Dalam rapat tersebut Ghufran mengatakan, pertama pihaknya meminta kepada polisi untuk menyampaikan kasus yang belakangan ini masih marak diberitakan. Diketahui, ternyata praktik prostitusi di ibu kota Aceh ini memang sudah lama diintai.

"Kita dapat informasi juga melalui Satpol PP dan WH bahwa ternyata salah satu mucikari yang ditangkap di Hotel TP adalah pelaku dari empat orang yang merupakan DPO," ungkap Ghufran.

Ia menjelaskan, saat ini masih ada tiga DPO mucikari lain yang belum tertangkap oleh pihak keamanan maupun Satpol PP dan WH. "Jadi ada tiga mucikari lagi yang belum tertangkap," katanya.

Ditegaskan, agar ketiganya tidak lagi leluasa menjalani aksinya, DPRA mengajak pihak-pihak terkait untuk melakukan razia gabungan, termasuk dengan perangkat gampong.

"Kita akan memperketat melakukan razia gabungan kepada semua geucik. Karena ternyata tidak hanya dilakukan di The Pade Hotel, tetapi juga dilakukan di beberapa tempat penginapan yang lain," tegasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Sat Reskrim Banda Aceh berhasil mengamankan 8 orang diduga melakukan praktik prostitusi online di hotel berbintang berinisial TP di kawasan kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu (19/3/2018) lalu.

Tujuh orang diantaranya diduga pekerja seks komersial (PSK) yakni CA (24), DS (24), RR (21), dan IZ (23), merupakan warga Kota Banda Aceh, AY (28), warga Aceh Singkil, RM (23), warga Bireuen dan MJ (23), warga Aceh Tengah. Sementara MRS, merupakan warga Langkat, Sumatera Utara.

Penulis:hafiz
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...