Pemasok dan Penjual Materai Palsu di Aceh Selatan Ditangkap

IMG-20180327-WA0053

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Sat Reskrim Polres Aceh Selatan menangkap pemasok dan penjual materai palsu yang beredar di Aceh Selatan. Hal ini dikatakan Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono melalui Kasat Reskrim, Iptu M Irsal saat dikonfirmasi Selasa (27/3/2018) malam.

"Tersangka pertama yang ditangkap yakni MHA (32), Swasta, warga asal Kecamatan Medan Area, Medan, Sumatera Utara, Rabu (23/3/2018) kemarin," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.

Kasat Reskrim menjelaskan, pelaku ditangkap berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat tentang adanya peredaran materai palsu di wilayah Aceh Selatan.

"Setelah kita periksa dan kembangkan, pelaku kedua kita tangkap yakni HP (39), Swasta, warga yang sama. Dari penangkapan ini kita sita barang bukti di rumahnya berupa 6 blok (lembar) materai palsu yang tiap bloknya berisi 50 pcs materai," ungkapnya.

Tersangka mengaku, penjualan materai palsu ini sudah dilakukan sejak empat bulan lalu. Sementara untuk di Aceh Selatan sendiri, tersangka baru beroperasi selama sebulan. Materai palsu itu dibeli HP dengan cara dipesan kepada TY yang mengaku sebagai pegawai OJK.

"HP kenal dengan TY hanya via telepon dan tidak pernah bertemu, TY mengaku kepada HP selaku pegawai OJK yang tinggal di Jakarta Pusat. Materai palsu dibeli HP seharga Rp 125 ribu per bloknya, materai ini dijual kembali seharga Rp 300 per blok sesuai standar di kantor pos," kata Kasat Reskrim.

Yang bersangkutan mengaku, materai palsu tersebut sebagian kecilnya sudah laku dibeli masyarakat yang ada di kawasan kecamatan Kota Fajar dan Meukek.

"Penyebaran materai palsu ini merugikan negara dan masyarakat, Sat Reskrim Polres Aceh Selatan juga sudah berkoordinasi dengan pihak PT Pos Indonesia dan tenaga ahli serta pihak terkait lainnya untuk mengecek materai palsu dengan menggunakan alat sinar Ultraviolet, hasilnya tidak ada hologram di materai tersebut," jelasnya.

Saat ini, tersangka masih diamankan di Mapolres Aceh Selatan untuk dilakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.

"Tersangka diancam Pasal 13 UU Tahun 1985 tentang Bea Materai jo Pasal 257 KUHPidana dengan ancaman 6 tahun penjara atau denda Rp 1,75 miliar," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...