Penikmat Jajanan Seks Online dari Kalangan Pejabat dan Pengusaha Aceh

Polisi amankan sejumlah muda mudi yang diduga terlibat prostitusi online

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Pelaku prostitusi online di Banda Aceh mulai buka suara, rupanya penikmat jajanan seks sejumlah mahasiswi tersebut merupakan kalangan pejabat dan pengusaha.

Hal tersebut diungkap MRS (27), seorang mahasiswa sekaligus mucikari prostitusi online asal Langkat, Sumatera Utara yang ditangkap Unit PPA Sat Reskrim Polresta Banda Aceh.

Hasil pemeriksaan polisi, MRS mengaku untuk sekali kencan dengan para wanitanya diasang tarif Rp 2 juta. Harga itu belum termasuk dengan biaya sewa hotel dan lainnya.

Dia menjelaskan, dengan harga tersebut pelanggan yang biasanya menikmati jajanan seks itu adalah para kalangan pejabat di Aceh dan para pengusaha. Namun untuk jabatan pelanggannya itu MRS enggan menyebutkan pejabat dan pengusaha mana saja yang menjadi pelanggan bisnis prostitusi onlinenya itu.

"Untuk profesinya tidak tahu, tapi pejabat ada, mereka suka yang putih dan bersih, yang pesan mereka yang banyak uangnya. Sesuai kesepakatan antara pelanggan dan perempuannya, lokasinya di sekitar kota Banda Aceh dan Aceh Besar, untuk hotel dibayar pelanggan, untuk sekali kencan biasanya pelanggan habiskan Rp 2 juta lebih," ujarnya di Mapolresta Banda Aceh, Senin (26/3/2018).

Beberapa waktu lalu, MRS ditangkap bersama tujuh wanita yang diduga pekerja seks komersial (PSK) yang mana sudah menjalankan bisnis haram tersebut sejak dua tahun lalu. Tersangka mengaku, pelanggan yang selama ini menggunakan jasa esek-esek tersebut berasal dari kalangan pejabat.

Alasan dirinya terjun ke dalam bisnis haram tersebut adalah faktor ekonomi. Ia pun mendapatkan fee sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta untuk sekali kesepakatan kencan, itu pun belum termasuk fee dari pelanggannya.

Awalnya, kata MRS, ketujuh perempuan itu dikenal dari sebuah acara yang dilaksanakan di kota Banda Aceh. Diakuinya, para perempuan itu sendiri yang memintanya untuk mencari pelanggan yakni para pria hidung belang.

"Alasannya macam-macam, dari untuk biaya hidup, bayar kos hingga gaya hidup dan lainnya. Sebelum kenal, mereka juga sudah duluan jadi perempuan malam," katanya lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, personel Unit PPA Sat Reskrim Polresta Banda Aceh menggerebek dan mengamankan 8 orang ini di salah satu hotel berbintang yang berada di kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

"Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mencari keterangan tentang pelanggan dan lainnya," kata Kanit PPA Sat Reskrim Polresta Banda Aceh, Ipda Septia Intan.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...