Miliki Senjata Api Ilegal, MA Ditangkap Polisi 

Miliki Senjata Api Ilegal, MA Ditangkap Polisi 

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Personel Unit V Resmob Sat Reskrim Polres Lhoksumawe menangkap seorang tersangka kepemilikan senjata api dan amunisinya ilegal di kawasan Gampong Meunasah Krueng, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, Jumat (23/3/2018) kemarin, sekira pukul 19.30 WIB.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim, AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan, pelaku yang ditangkap adalah seorang petani berinisial MA (38) yang merupakan warga gampong setempat.

"Tersangka juga merupakan residivis kasus pencurian di SMA Negeri Blang Karieng dan divonis penjara selama satu tahun di Rutan Cabang Lhoksukon, Aceh Utara," ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (25/3/2018).

Ia menjelaskan, penangkapan dilakukan atas informasi yang diperoleh dari masyarakat bahwa yang bersangkutan diketahui memiliki dan menyimpan senjata api beserta amunisinya secara ilegal. Memperoleh informasi itu, tim yang dipimpinnya langsung melakukan penyelidikan dan melacak keberadaan tersangka.

"Setelah diperoleh informasi, kita langsung bergerak ke rumahnya dan langsung menyergap tersangka. Alhasil, diperoleh sepucuk senjata api rakitan jenis revolver beserta 15 butir amunisinya kaliber 38 militer yang disimpan di dalam tumpukan kayu, tepatnya di samping rumah yang berjarak kurang lebih 50 meter," ungkap Kasat.

Berdasarkan pengakuan MA, senjata api rakitan itu diperoleh dari seorang rekannya berinisial AN yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pihak kepolisian. Saat digerebek, AN melarikan diri dan petugas memperoleh barang bukti sepucuk senjata api pabrikan yang disembunyikan di belakang cermin yang tergantung di dinding rumah AN.

"MA mengaku bahwa AN punya keahlian merakit senjata api dan dia memiliki satu pucuk senpi pabrikan lainnya yang sering digunakan untuk melakukan pencurian dengan kekerasan (curas) atau merampok," kata AKP Budi Nasuha Waruwu.

Tersangka juga mengaku, perampokan yang dilakukan berbagai jenis seperti begal atau merampas pengendara sepeda motor dan lainnya di sejumlah lokasi berbeda yang masih di provinsi Aceh. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait kasus ini.

"Kita masih kembangkan kasus ini, untuk tersangka dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) UU RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api, Amunisi dan Bahan Peledak Ilegal," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...