Hasil Pengungkapan Polisi: Ini Tarif Praktik Prostitusi Anak Di Bawah Umur di Aceh Barat

Ilustrasi kawasan prostitusi. (dok.Okezone)

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Praktik prostitusi akhirnya diungkap Tim Falcon Sat Reskrim Polres Aceh Barat di kawasan Gang Buntu Jalan Beringin Maju, Gampong Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Jumat (16/3/2018) kemarin.

Alhasil, polisi mengamankan dua mucikari yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) berinisial H (41) dan EY (35) serta seorang siswa SMP yang dijajakan kedua pelaku yakni R (15). Ketiganya saat ini masih diamankan di Mapolres Aceh Barat guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Boby Aria Prakasa melalui Kasat Reskrim, AKP Fitriadi mengatakan, tidak hanya anak di bawah umur yang dijajakan kedua mucikari tersebut. Mereka juga menyediakan perempuan berstatus janda.

Baca: Polisi: Tersangka Mengaku Masih Banyak Tempat Prostitusi Lain di Aceh Barat

"Ini diketahui saat dilakukan pemeriksaan terhadap keduanya, tersangka mengaku untuk yang janda ditarifkan Rp 300 ribu untuk sekali kencan, si mucikari mendapat keuntungan Rp 100 ribu," ujarnya saat dikonfirmasi Senin (19/3/2018).

Kasat Reskrim menjelaskan, sementara untuk anak di bawah umur, tarif yang dipasang yakni sebesar Rp 400 ribu.

"Untuk si anak di bawah umur diberikan Rp 300 ribu, selebihnya dianggap sebagai upah penggunaan tempat,"  katanya.

Tersangka mengaku, lanjutnya, tidak memaksakan pihak mana pun untuk perempuan yang dijadikan PSK. Para PSK ini datang atas keinginan dirinya sendiri. "Mereka yang datang meminta pekerjaan dan ditawarkan kerja ini, mereka langsung mau," ungkapnya.

Baca: Polisi Ungkap Prostitusi Anak di Aceh Barat

Kedua mucikari itu pun masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut untuk kepentingan pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan pengembangan.

"Keduanya dijerat dengan Pasal 76 jo Pasal 88 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp200 juta," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...