Artefak Berusia 700 Tahun Ditemukan di Situs Lamuri

IMG-20180317-WA0016

ACEH BESAR, ACEHPORTAL.COM -  Ekskavasi di situs Lamuri yang dilakukan oleh tim peneliti asal Aceh dan Malaysia yang berlangsung sejak Sabtu (3/3/2018) hingga selesai pada Kamis, (15/3/2018) kemarin, menemukan artefak lebih kurang 700 tahun lalu.

Arkeolog Aceh sekaligus Ketua Tim Ekskavasi Penelitian Situs Lamuri dari Aceh, Husaini Ibrahim mengatakan, lokasi penggalian yang dilakukan di kawasan Gampomg Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar itu, ditemukan keramik dan tembikar pecahan-pecahan kecil.

"Umumnya, temuan dari hasil galian adalah keramik dan tembikar dalam keadaan pecahan-pecahan kecil. Dari hasil analisis, artefak tersebut diperkirakan sudab berumur lebih kurang 700 tahun lalu," ujarnya, Sabtu (17/3/2018) sore.

Ia menjelaskan, selama penelitian, salah satu temuan yang paling penting adalah sebuah mangkuk yang dibuat dari keramik. Ketika ditemukan, posisi mangkuk tersebut terbalik dan masih utuh. Keramik ini ditemukan di kedalaman 50 sentimeter di bawah tanah.

"Dari hasil analisis pihaknya, diketahui keramik ini diproduksi dari Vietnam pada abad ke 14 dan 15 Masehi," ungkap Husaini.

Selain keramik Vietnam, lanjutnya, keramik China yang diproduksi pada masa Dinasti Song Selatan dan Yuan abad ke 13 Masehi juga ditemukan. Kemudian, tembikar dari Asia Selatan juga dijumpai yang diduga berasal dari periode yang sama.

"Keramik dan tembikar ditemukan dalam keadaan pecahan-pecahan kecil. Ada yang bisa direkonstruksi dan ada yang tidak bisa direkonstruksi bentuknya," katanya.

Dari hasil penemuan di kawasan situs Lamuri dan pengumpulan data, katanya lagi, dapat dipertanggung jawabkan karena ekskavasi yang mereka lakukan berstandar Internasional.

"Semua data direcord secara sistemasis, kita selama ini hanya mengatakan Lamreh adalah pusat kerajaan Lamuri, namun tidak memiliki bukti kuat. Kini kita menjumpai keramik insitu dari hasil penggalian yang menegaskan bahwa di Lamrehlah pusat Kerajaan Lamuri, pernyataan ini juga dipertegas oleh temuan ratusan batu nisan di situs ini yang diperkirakan milik raja-raja Lamuri," ungkapnya.

Menurutnya, temuan ini akan menjadi sumber utama bahwa Aceh di bawah kerajaan Lamuri telah menjalin hubungan bilateral dengan negara-negara luar seperti Cina, Vietnam, Thailand, India dan juga negeri Arab sejak ratusan tahun dahulu.

Ribuan pecahan keramik yang tersebar di atas permukaan tanah, tambahnya, memberi gambaran betapa besarnya perdagangan yang telah wujud di Lamreh pada abad ke 13 sampai 15 Masehi.

"Kita berharap suatu saat nanti pemerintah dapat menetapkan Lamreh sebagai situs cagar budaya yang dilindungi, situs ini tidak hanya sebagai bukti sejarah semata, juga sebagai jati diri bangsa Aceh. Aceh telah menjalin hubungan baik dengan berbagai negara luar sejak seribu tahun terakhir," harapnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...