Ini Korban Penipuan Berkedok Arisan di Bener Meriah

IMG-20180316-WA0085

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Seorang perempuan berinisial APM (40), Wiraswasta, warga Gampong Pondok Gajah, Kecamatan Bandar, Bener Meriah ditangkap polisi atas dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukannya atas laporan korban Rabu (14/3/2018) kemarin.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli melalui Kapolsek Bandar, AKP Darmawi Hasibuan saat dikonfirmasi mengatakan, APM ditangkap di kawasan Gampong Matang Geulumpang Dua, Kecamatan Peusangan, Bireuen, Kamis (15/3/2018) kemarin setelah informasi yang diterima tentang keberadaannya.

"Selain Elmiyani (27) yang jadi korban, ada beberapa korban lainnya yang juga warga kecamatan Bandar yang ditipu pelaku selaku penanggungjawab kegiatan arisan," ujarnya Jumat (16/3/2018).

Berikut para korban yang tertipu oleh pelaku:

  1. Masnaini (41), IRT, kerugian Rp 150 ribu
  2. Dwi Apriani (30), IRT, kerugian Rp 1,7 juta
  3. Santriah (27), Guru Honorer, kerugian Rp 6 juta
  4. Khadijah (42), IRT, kerugian Rp 1,43 juta
  5. Adita (16), Pelajar, kerugian Rp 1,6 juta
  6. Sisiana (37), IRT, kerugian Rp 1,3 juta
  7. Marjanah (52), IRT, kerugian Rp 2,5 juta

"Ketujuh korban ini mengaku belum memperoleh jenis barang seperti yang dijanjikan, sesuai dengan kesepakatan awal yang membuat arisan selimut dan beras," kata Kapolsek.

Saat ini, tersangka masih diamankan di Mapolres Bener Meriah guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menduga, masih ada korban lainnya dalam kasus penipuan berkedok arisan ini. Ditanya mengenai uang korban yang terkumpul, pelaku mengaku bahwa uang tersebut diputarkan untuk dibayarkan kepada peserta arisan.

"Menurut keterangan pelaku, uang yang dikumpul diputar, uang yang ditarik dari A untuk dibayar ke si B, yang ditarik dari si C dibayar kepada si D, kira-kira demikian seterusnya, tutup lubang gali lubang. Sementara uang yang digunakan untuk keperluan pribadi dia mengaku tidak ingat lagi digunakan kemana saja, ada juga korban yang dapat barang, tapi yang kita kumpulkan keterangan korban yang sama sekali tidak pernah menerima apapun," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tersangka ditangkap setelah dilaporkan sejumlah korban yang menduga APM pindah rumah ke Medan, Sumatera Utara. Hal itu diketahui saat Elmiyani hendak menjumpai pelaku di rumah, namun rumahnya dalam keadaan kosong.

Tersangka juga melarikan diri dari Bener Meriah ke Matang, Bireuen, menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat warna merah bernomor polisi BL 6371 YF milik orang lain yang dipinjam, yang diduga juga akan digelapkan pelaku. Sementara, barang-barang rumah miliknya dititipkan ke loket bus yang diakui sopir bus akan diantar ke Medan, Sumatera Utara.

Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 3 juta.  Tersangka diduga melanggar Pasal 378 jo Pasal KUHPidana tentang Penipuan dan Penggelapan.

Penulis:hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...