Toyota Kewalahan, Pesanan Rush “Membludak”

kompas2061846172

Jakarta – Toyota Indonesia resmi memerkenalkan generasi baru Rush pada November 2017, menggantikan model lawasnya yang awet kurang lebih 10 tahun. Sejauh ini, permintaan Rush sampai akhir Februari 2018, sudah sampai 19.000 unit.

Jika melakukan penghitungan rata-ratanya sejak peluncuran, perbulannya ada permintaan sekitas 4.000-an unit. Sementara target penjualan yang dipatok Toyota, hanya sekitar 2.500-3.000 unit saja. Dari data wholesales Gaikindo, Rush berhasil menjadi market leader dengan perolehan 3.416 unit.

“Hal ini pun rasanya masih agak susah untuk kami memenuhi permintaan yang sangat positif semenjak awal Januari, di mana sampai akhir Februari kemarin sudah mencapai lebih dari 19.000 permintaan,” ujar Fransiscus Soerjopranoto, Excecutive General Manager Toyota Astra Motor ( TAM) kepada Kompas.com, Rabu (7/3/2018).

Soerjopranoto menambahkan, pihaknya berharap kalau pasokannya bisa sesuai dengan kebutuhan pasar. Karena targetnya adalah, jangan sampai pembeli yang sudah SPK (Surat Pesanan Kendaraan) terlalu lama menerima kendaraannya, itu adalah bagian dari layanan.

Kemudian terkait konsistensi menjaga posisi market leader yang sudah dicapai Rush pada Januari 2018, Soerjopranoto menyebutkan, yang pertama ingin dicapai terlabih dahulu adalah bagaimana memenuhi permintaan, bahkan harus bisa lebih cepat.

“Faktor selanjutnya adalah bagaimana me-manage keseimbangan antara supply dan demand-nya. Harapannya ke depan demand tetap tinggi khususnya di market ini. Karena kami juga cukup terkejut dengan animo yang sangat tinggi hingga saat ini,” kata Soerjopranoto.

Komentar

Loading...