Polisi Tangkap Dua Pelaku ‘Drama Penculikan’ di Bireuen

Polisi tangkap pelaku penculikan di Bireuen

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Tim gabungan Jatanras Dit Reskrimum Polda Aceh bersama Sat Reskrim Polres Bireun menangkap dua tersangka yang diduga melakukan penculikan yang terjadi di Kabupaten Bireuen. Penangkapan itu dilakukan Jumat (2/3/2018) dinihari sekira pukul 00.00 WIB.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak melalui Kabid Humas, Kombes Pol Misbahul Munauwar mengatakan, penangkapan dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Bireuen, Iptu Riski Adrian bersama Panit Jatanras Polda Aceh, Ipda M Rizaldi.

"Korban yang diculik yakni AL (47), Swasta, warga Gampong Paloh Seulimeng, Kecamatan Jeumpa, Bireuen," ujarnya saat dikonfirmasi malam.

Kabid Humas menjelaskan, kejadian berawal saat korban baru tiba dari Berastagi, Sumatera Utara yang kemudian singgah di Simpang jalan Abeuk Usong, Gampong Paloh, Kecamatan Jeumpa, Bireuen. Sementara, diketahui sopir dan kernetnya yang diduga pelaku membawa pulang mobil yang dibawa korban saat itu.

"Selanjutnya pada 28 Februari 2018 sekira pukul 11.00 WIB, korban menghubungi adiknya yang bernama M Isa dan memberitahukan bahwa korban telah diculik dan dimintai uang tebusan sebesar Rp 250 juta. Adik korban yang menerima informasi itu langsung melapor ke Mapolres Bireuen sekira pukul 18.00 WIB," ungkapnya.

Pada Kamis (1/3/2018) kemarin, pihak Sat Reskrim Polres Bireuen menghubungi Dit Reskrimum Polda Aceh untuk memberitahukan dan meminta bantuan guna mengungkap kasus tersebut. Tim Jatanras kemudian langsung bergerak ke lokasi untuk membantu Sat Reskrim Polres Bireuen menangkap pelaku.

Tim pun membuat skenario dengan mempersiapkan uang serta menyatakan bersedia menebus korban dan akan menyerahkan uang tebusan ke Pidie, sesuai dengan kesepakatan. Saat adik korban, M Isa, hendak mengantar uang tebusan, ia berpura-pura sakit karena kecelakaan dan mengaku dirawat di Puskesmas Jeunib, sehingga terjadi kesepakatan bahwa uang akan diambil pelaku di puskesmas.

"Tiba-tiba korban dan pelaku datang ke puskesmas dan langsung diamankan tim. Seorang pelaku yang diamankan yakni MI (40), Wiraswasta, yang diketahui berdomisili di Jalan Persatuan, RT 09/RW 8, Kecamatan Ciracas, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Jakarta Timur," katanya.

Dari hasil interogasi terhadap MI, lanjut Kabid Humas, ia mengaku diperintahkan oleh pelaku kedua yakni BD alias Ilham (37), Wiraswasta yang diketahui warga Desa Leuwinutung, Kecamatan Citeureup, Bogor, Jawa Barat. Polisi pun mencari keberadaan BD berdasarkan pengakuan MI yang diketahui berada di daerah Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

"Tim kemudian langsung bergerak dan melakukan upaya penangkapan terhadap pelaku di dalam sebuah toko parfum isi ulang. Dari keterangan BD alias Ilham, diketahui bahwa uang tebusan dari adik korban tersebut akan diserahkan kepada RS. Sekira pukul 05.00 WIB tadi, RS (45), Pedagang, diamankan di rumahnya yang berada di Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh," jelasnya.

Dari hasil interogasi yang dilakukan terhadap RS, ia mengaku memang mendesak BD alias Ilham untuk segera mengembalikan uang miliknya yang merupakan hasil penjualan sabu yang sudah dihilangkan oleh korban, yakni Alamsyah.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa satu unit mobil jenis Toyota Kijang Inova warna hitam bernomor polisi BL 1045 JC yang merupakan mobil rental digunakan pelaku serta dua unit telepon seluler merek Nokia dan Samsung.

"Ketiga tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolres Bireuen guna menjalani pemeriksaan lanjut. Korban juga diperiksa atas kasus dugaan penjualan narkotika jenis sabu itu. Ini masih didalami, nanti akan diinformasikan perkembangannya," tambah Kombes Pol Misbahul Munauwar.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...