Pelaku Penimbunan 12,1 Ton Pupuk Bersubsidi Berhasil di Amankan Polisi 

kasat-reskrim-edit

PIDIE, ACEHPORTAL.COM - Sebanyak 12,1 Ton Pupuk bersubsidi berhasil di amankan Unit Tipiter Sat Reskrim Polres Pidie dari salah seorang pedagang yang melakukan penimbunan berinisial RS (45), Pedagang, Warga Gampong U Bungkok Kecamatan Glumpang Baro Kab.Pidie pada senin (26/02/2018) sekira pukul 13.00 Wib siang kemarin.

Penangkapan pelaku penimbunan pupuk bersubsidi tersebut berdasarkan laporan masyarakat Gampong U Bungkok Kecamatan Glumpang Baro Kab.Pidie kepada Personil Unit Tipiter Sat Reskrim Polres Pidie tentang adanya kegiatan penimbunan pupuk bersubsidi oleh RS di kios miliknya yang di Gampong U Bungkok.

Dari laporan tim yang di pimpin oleh AKP Mahliadi, ST, MM melakukan pengecekan ke kios miliknya yang di Gampong U Bungkok.

Tepatnya pada Senin (26/01), tim tiba dilokasi kios milik RS dan berhasil menemukan 12,1 ton pupuk bersubsidi yang akan di jual oleh pelaku ke pengencer.

Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Mahliadi, ST, MM saat dionfirmasi oleh humas polres pidie mengatakan benar telah diamankan 12, 1 ton pupuk bersubsidi di sebuah kios milik RS di kawasan Gampong U Bungkok Kecamatan Glumpang Baro Kab. Pidie

RS ditangkap karena telah melakukan tindak pidana penjara niaga pupuk bersubsidi yang mana pelaku yang tidak berhak memperjual belikan pupuk bersubsidi karena tidak tergabung menjadi pemenang resmi bersubsidi dan sudah melakukan penimbunan pupuk bersubsidi sebanyak 12.100 kg atau setara dengan 12,1 Ton yang terdiri dari jenis Phosq sebanyak 94 karung ukuran 50kg atau 4700kg, jenis urea sebanyak 60karung ukuran 50kg atau 3000kg, jenis sp36 sebanyak 71 karung atau 3550kg, jenis ZA sebanyak 18 karung atau 900kg.

Pelaku sudah lama menjual pupuk bersubsidi jauh diatas harga HET yang telah di tetapkan oleh pemerintah kepada warga yang membutuhkan. Kini untuk mempertanggung jawabkan tindakannnya RS bisa dicekal 12,1 ton pupuk bersubsidi diamankan di Mapolres Pidie dan akan dijerat dengan pasal 21 jo pasal 30 (3) Permendag RI Nomor 15 / M-DAG / PER / 4/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsisi untuk sektor pertanian jo pasal 24 (1) pasal 29 (1) pasal pasal th th 2014 tentang perdagangan. jo pasal 1 Sub 3e jo pasal 6 (1) huruf b UU Drd nomor 7 95 tentang tindak pidana ekonomi jo pasal 480 KUHPidana sebut Mantan Panit 1 Unit 1 Subdit 1 Direskrimsus Polda Aceh tersebut.

Penulis:redaksi
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...