Kekeringan Landa Aceh Tamiang, Warga Kesulitan Dapatkan Air Bersih

Kekeringan-Melanda-Indonesia ilustrasi

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Masyarakat di Aceh Tamiang mulai kesulitan mendapatkan fasilitas air bersih. Sumur warga mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang melanda Aceh sejak beberapa pekan terakhir.

Menurut informasi yang diperoleh dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, kekeringan terjadi di sejumlah gampong di kecamatan Tamiang Hulu dengan total sebanyak 2381 Kepala Keluarga (KK).

Kepala BPBD Aceh Tamiang, Syamsul Bahri mengatakan, kejadian ini merupakan dampak dari tidak turunya hujan hampir selama satu bulan, sehingga mengakibatkan keringnya sumber air yang dimiliki warga, diantaranya di Gampong Wonosari, Harum Sari, Bandar Setia dan Perkebunan Pulau Tiga, Kecamatan Tamiang Hulu.

“Akibat kekeringan itu warga di sana tidak terpenuhinya kebutuhan air bersih. Bahkan tanaman sawah dan ladang milik warga terancam gagal panen,” ujarnya Jumat (23/2/2018).

Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan penyaluran air bersih. Masyarakat di lokasi mengeluh karena mengalami kesulitan air bersih. Setiap harinya, BPBD menyalurkan sebanyak 18 liter air yang diangkut menggunakan mobil tangki.

“Dari mulai kemarin ada 4 unit mobil tangki dan kita juga sediakan tempat penampungan air sehingga warga mudah mengaksesnya,” kata Syamsul.

Kekurangan air bersih akibat dilanda musim kemarau ini bukan pertama kalinya terjadi di kawasan setempat. Tahun lalu, warga juga mengeluhkan hal sama, penyebabnya selain kekeringan juga faktor sumber air yang sulit.

“Di beberapa gampong di kecamatan Tamiang Hulu, sumber air memang sulit walaupun sudah dilakukan pengeboran hingga puluhan meter juga susah. Solusinya adalah PDAM dan tahun ini rencananya akan di pasang oleh dinas PU di setiap desa yang dilanda kekeringan tersebut.”

Keuchik Bandar Setia, Jamaluddin, mengeluhkan kondisi kekeringan dan sulitnya mendapatkan air bersih yang dialami oleh warga. Sumur warga di gampongnya rata-rata kering sehingga mereka terpaksa mencari air dengan jarak tempuh jauh di sekitaran lokasi kebun karet dan sawit.

“Di sini rata-rata warga ada pohon karet dan sawit di sanalah mereka mencari air dengan membuat sumur kecil. Memang tidak cukup jadi terpaksa antrian dan rebutan siapa cepat datang,” katanya.

Ia menjelaskan, di wilayahnya memang tidak ada mata air sehingga hal inilah yang menjadi permasalahan utama. Meskin digali puluhan meter menggunakan mesin bor air tetap tidak muncul.

“Yang jelas wilayah kami memang tidak ada mata air.  Pernah di coba sumur bor tetapi juga tidak dapat. Sumur  warga itu ada air ketika hujan saja, tetapi kalau dua minggu aja tidak ada hujan langsung kering,” tambahnya.

Kondisi sulitnya mendapatkan sumber air itu telah dialami warga sejak puluhan tahun.  Namun kondisi itu belum mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Kata Jamaluddin, pemerintah telah memasukkan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ke desa mereka tetapi hingga saat ini belum dioperasikan.

“Di sini ada pipa PDAM dan sudah masuk ke setiap desa yang sumber mata airnya sulit. Tinggal lagi dimasukkan ke dalam rumah, itu masalahnya kami sudah menunggu hampir dua tahun proses pembuatan belum juga dilakukan,” paparnya.

Berikut data gampong yang mengalami kesulitan mencari sumber air bersih:

1. Gampong Wono Sari total jumlah sebanyak 532 KK

- Dusun Rejo Sari sebanyak 120 KK

- Dusun Rejo Dadi sebanyak 110 KK

- Dusun Rejo Mulyo sebanyak 302 KK

2. Gampong Harum Sari total jumlah sebanyak 577 KK

- Dusun Mawar sebanyak 295 KK

- Dusun Cempaka sebanyak 282 KK

3. Gampong Bandar Setia total jumlah sebanyak 315 KK

4. Desa Perkebunan Pulau Tiga total jumlah sebanyak 957 KK

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...