Wabup dan Kapolres Aceh Besar serta Dandim Sidak Galian C, Diduga Ada Oknum Aparat Terlibat

Wabup dan Kapolres Aceh Besar serta Dandim Sidak Galian C/hafiz

ACEH BESAR, ACEHPORTAL.COM - Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk Husaini A Wahab bersama Kapolres, AKBP Heru Suprihasto dan Dandim 0101/BS, Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto, pagi tadi melakukan sidak galian C di kawasan Gle Payung, Gampong Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Rabu (21/2/2018).

Sidak kali ini dilakukan atas laporan masyarakat yang sudah sangat resah terhadap galian tanah dan batuan. Padahal, galian C ilegal ini sudah berkali-kali ditegur dan disurati oleh Keuchik gampong setempat bersama muspika, namun hanya dua hari berhenti dan kemudian beroperasi kembali.

Berdasarkan pantauan, ada empat hingga lima unit alat berat jenis beko yang sedang beroperasi dan sejumlah truk yang sedang mangangkut tanah galian. Alat berat itu berhenti beroperasi dan operator melarikan diri saat sidak dilakukan. Atas perintah Kapolres, aki dan kunci mesin beko pun dicopot yang kemudian diamankan petugas.

Wakil Bupati yang tampak kesal mempertanyakan siapa pemilik atau bos pekerjaan ini. "Siapa Bosnya ini?! Tanah negara kok suka-suka diambil, untuk manfaat sendiri menzalimi masyarakat, menjarah milik rakyat ini berdosa, harus ada izin pemerintah untuk eksploitasi alam. Lage nanggroe hana poe melahirkan preman" cetus Waled Husaini.

Tiga lokasi yang yang disidak sangat berdekatan dan hanya berjarak 500 meter. Di lokasi terdapat lubang-lubang besar bekas galian tanah, batuan dan terdapat pecahan batuan. Lokasi galian C ilegal tersebut juga berjarak hanya 500 meter diatas pemukiman warga serta berada dibawah lokasi galian C milik PT Ayu Lestari Indah.

Kondisi alam bekas galian tersebut sangat berpotensi longsor jika terjadi hujan lebat dan cukup berbahaya bagi pemikiman warga neuheun yang memiliki 3.200 Kepala Keluarga (KK) tersebut.

Pihak kepolisian yang dalam hal ini Polres Aceh Besar pun masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, karena diduga ada oknum aparat yang merupakan pelaku utama galian C ilegal tersebut.

Kapolres Aceh Besar, atas perintah Wakil Bupati pihaknya hari ini hanya menahan lima unit bego di lokasi, sedangkan pelakunya akan dilakukan penyelidikan.

“Berdasarkan pantauan dilapangan ini melanggar hukum, kita akan melakukan penindakan secara hukum, hari ini akan kita tahan 5 beko, sedangkan pelakunya akan kita lakukan penyelidikan,” sebutnya.

Berdasarkan pengakuan seorang pekerja, ada oknum aparat yang melakukan aktivitas ini. Kapolres belum bisa memastikan apakah hal itu benar, namun jika benar pihaknya berjanji akan segera memproses secara internal kepolisian.

“Kita akan selidiki terlebih dahulu berdasarkan laporan itu, bila benar kita akan serahkan ke Propam Polda Aceh untuk ditindak lebih lanjut, semua akan kita proses sesuai dengan hukum berlaku,” jelas AKBP Heru Suprihasto.

Sementara itu, menurut informasi yang berasil dihimpun, sebelumnya galian C ini sudah menjalankan aktivitas terlarang selama tiga tahun dan berlangsung lancar, pelakunya pun orang yang ditakuti oleh masyarakat, seperti oknum polisi dan mantan kombatan.

Masyarakat setempat sudah berulang kali memperingati agar kegiatan galian C dihentikan, namun tidak direspon. Malah mereka menentang keuchik untuk tidak mengganggu mereka.

"Kami sudah ingatkan, tapi malahan mereka tidak mempedulikan dan mengatakan ini tanah pemerintah," kata Keuchik Gampong Neuheun, Faizan.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...