Jadi Pengedar Sabu, Seorang Petani Ditangkap Bersama Dua Wanita

IMG_20180221_162246

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Tim opsnal Subdit I Dit Resnarkoba Polda Aceh menangkap seorang petani yang juga berprofesi sebagai pengedar sabu di Gampong Lampaseh Lhok, Kecamatan Montasik, Aceh Besar, Senin (19/2/2018) kemarin.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak melalui Direktur Dit Resnarkoba, Kombes Pol Agus Sarjito mengatakan, tersangka yakni HD (36) yang merupakan warga gampong setempat, ditangkap sore kemarin sekira pukul 19.00 WIB.

"Barang bukti yang diamankan berupa 11 paket sabu seberat 30,11 gram, satu unit timbangan elektrik, sebuah alat isap sabu atau bong dan satu unit telepon seluler merek Nokia," ujarnya saat dikonfirmasi Rabu (21/2/2018).

Penangkapan dilakukan atas informasi dari masyarakat tentang adanya seorang pengedar sabu di lokasi tersebut. Atas informasi itulah, tim langsung menuju ke lokasi untuk melakukan penggerebekan.

"Tersangka sempat kabur ke area belakang rumahnya, tetapi akhirnya bisa diamankan petugas yang sigap. Saat ini tersangka dan barang bukti masih diamankan guna dilakukan penyelidikan dan pengembangan lanjut," tambahnya.

*Tim Opsnal Subdit II Amankan Seorang Lelaki dan Dua Perempuan

Sementara itu, tim opsnal Subdit II Dit Resnarkoba Polda Aceh juga mengamankan seorang lelaki dan dua orang perempuan yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Ketiganya diamankan di sebuah kebun yang berada di Gampong Lam Awe, Kecamatan Montasik, Aceh Besar, Selasa (20/2/2018) malam, sekira pukul 22.00 WIB.

"Laki-laki berinisial AZ (40), Swasta, warga kecamatan Montasik, Aceh Besar. Sementara yang perempuan yakni TDA (23), IRT, warga kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar dan AFF (22), Swasta, warga kecamatan Banda Raya, Banda Aceh," ujarnya Selasa (21/2/2018)

Dari ketiganya, petugas menyita barang bukti berupa dua paket besar sabu, tiga paket sedang sabu, serta satu paket kecil yang berat keseluruhannya yakni 80 gram.

"Selain itu, juga diamankan satu unit timbangan, satu unit tablet merek Advance, lima unit telepon seluler berbagai jenis, sebuah tas samping, gulungan plastik, sebuah korek api, sebuah dompet, uang tunai senilai Rp 6,95 juta dan satu unit motor bernopol Bl 3215 LBB," ungkapnya.

Penangkapan juga dilakukan atas informasi dari masyarakat, yang mana di lokasi tersebut kerap terjadi transaksi sabu. Setelah memperoleh informasi, tim langsung menuju ke lokasi yang dimaksud untuk melakukan penggerebekan dan penangkapan.

Setiba di tempat kejadian perkara (TKP) petugas bersama perangkat gampong lalu menggerebek tiga orang yang tidak dikenal dan dicurigai melakukan transaksi sabu yang membuat masyarakat gampong setempat resah.

"Saat digeledah, petugas menemukan barang bukti di dalam jok motor milik AZ. Saat dikembangkan, diketahui ada seorang pelaku lain yang terlibat yakni AD, namun yang bersangkutan belum ditemukan," jelas Kombes Pol Agus Sarjito.

Saat ini seluruh tersangka dan barang bukti masih diamankan di Mapolda Aceh guna dilakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...