Tiga Satwa Yang Diamankan dari Warga Dilepasliarkan di Hutan Jantho

BKSDA Aceh lepas liarkan satwa dilindungi di hutan Jantho

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melepasliarkan dua satwa yang dilindungai di kawasan Wisata Hutan Jantho, Aceh Besar, Selasa (13/2/2018) kemarin. Kedua satwa itu ialah (Trenggiling Manis Javanica) dan Kukang (Nictycebus Coucang).

Selain dua satwa itu, BKSDA Aceh juga melepaskan seekor kura-kura darat (Manouriaemys) yang tergolong dalam satwa yang tidak dilindungi, yang juga diperoleh dan diserahkan dari masyarakat.

Kukang dilepasliarkan dari kandang yang terbuat dari kawat di pangkal pohon. Setelah dilepas, hewan bergerak lamban tersebut sedikit demi sedikit langsung naik ke atas pohon tersebut.

Sementara, tringgiling juga dilepaskan di sebuah pohon pangkal pohon yang terdapat banyak terdapat raya yang merupakan makanannya. Satwa itu terlihat bergerak cepat saat menaiki pohon, sementara kura-kura dilepasliarakan dalam sungai kawasan hutan.

Koodinator Perawatan Satwa BKSDA Aceh, Drh Taing Lubis mengatakan, ketiga satwa itu diperoleh dari masyarakat yang menyerahkannya secara sukarela.

"Kukang awalnya ditemukan warga dalam pekarangan sekolah, lalu mengamankanya dan kemudian menyerahkan kepada kita. Selanjutnya Kukang itu dirawat di kandang selama 8 hari sebelum dilepasliarkan kembali," ujarnya.

Sementara, Tringgiling dan Kura-Kura Darat merupakan satwa yang diserahkan secara suka rela Dandim 0101/BS, Kolonel Iwan Rosandriyanto, Senin (12/2/2018) kemarin.

Pihak Kodim juga mendapati satwa tersebut dari masyarakat di beberapa wilayah di Aceh Besar, untuk diserahkan kepada BKSDA Aceh untuk dititipkan di tempat konservasi atau dilepasliarkan.

''Pemilik satwa mengaku bahwa Tringgiling dan kura-kura baru 4 hari diperolehnya. Satwa yang dilepasliarkan tersebut dalam keadaan sehat, masih bersifat liar dan tidak mengalami cacat," jelasnya.

Disamping itu, sambungnya, juga mengingat satwa tidak baik jika berada di dalam kandang terlalu lama, karena akan mempengaruhi pada faktor psikis satwa yang terbiasa diberi pakan, sebab itu mereka melepasliarkan dalam waktu cepat.

''Kukang mudah beradapatasi di hutan, jadi tidak baik direhabilitasi sepanjang sehat, tidak cacat dan liar. Kalau tringgiling kondisinya sangat bagus, dia langsung bereaksi cepat, apalagi tadi kita lepaskan di pohon yang banyak rayap. Tringgiling sendiri sebagai hewan pembersih hama di kawasan hutan jadi dia menjaga tumbuh-tumbuhan tetap sehat,'' ungkapnya.

Pelepasliaran tersebut dipimpin langsung deh Taing Lubis beserta petugas BKSDA Aceh lainnya dan dibantupersonel jajaran Kodim 0101/BS beserta Danramil setempat.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...