Iptu Rezki Kholiddiansyah, Dari Jalanan Hingga Jadi Penegak Hukum di Aceh Utara

Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, Iptu Rezki Kholiddiansyah bersama Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji di dalam sebuah Helicopter

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Nama Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, Iptu Rezki Kholiddiansyah melejit menghiasi Headline judul berita media massa lokal maupun nasional di Aceh serta tanah air, setelah mendampingi Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji dalam mengungkap 3 kasus pembunuhan yang menyayat hati masyarakat.

Sebagai Panglima Perang penegakan hukum di Aceh Utara, tentunya semua pengungkapan ini mendapat banyak dukungan dan apresiasi dari masyarakat Aceh bahkan Indonesia pada umumnya.

Lelaki yang memiliki paras rupawan ini mendapat dukungan dari masyarakat Aceh Utara atas pengungkapan 3 kasus pembunuhan, DPO pemerkosaan "Jari 12" dan oembobol belasan rumah yang terjadi dalam kurun waktu 4 bulan berturut-turut.

Atas pengungkapannya tersebut, piagam penghargaan dari pimpinan Polres Aceh Utara diberikan kepada Kasat Reskrim Polres Aceh Utara beserta jajaran Sat Reskrim.

Pria tersebut bernama lengkap, Iptu Rezki Kholiddiansyah atau yang lebih dikenal disapa Bang Rezki. Bang Rezki merupakan sesosok polisi yang low profil dan sederhana serta bersahaja.

Namanya melejit karena kecepatan dalam pengungkapan tindak pidana yang terjadi di Aceh Utara. Salah satu pengungkapan tercepat yang ialah Kasus Pembunuhan Nenek Tua yang ditenggelamkan ke dalam sumur.

Berkat kegigihan Bang Rezki serta bimbingan Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji, tak sampai 1x24 jam mengungkap pembunuhan tersebut.

Pria dikenal sangat baik hati ini, merupakan anak dari Drs. Yusrizal dan seorang ibu bernama Reni Sinarti.

Bang Rezki lahir di Palembang pada 07 Juli 1986. Menikah dengan dr. Farah Dibah dan dikaruniai dua orang anak laki-laki yang gagah perkasa. Anak pertama dari dua bersaudara ini, memulai hidup dengan membantu orang tua berjualan mpek-mpek di salah satu sekolah swasta di Palembang.

Sosok ayahnya yang penyabar dan penyayang keluarga serta berlatar belakang mantan wartawan yang nyambi sebagai sopir angkot dengan jurusan Kenten Laut tersebut membuat, Bang Rezki tak berbeda jauh dengan ayahnya.

Bang Rezki rela bekerja keras seperti ayahnya asalkan halal, bahkan ketika sudah lulus perwira dan setelah menikah Bang Rezki beserta istri tercinta sempat berjualan Mochi eskrim di Banda Aceh dengan merk Mochi_ba.

Tak kalah dengan Ayah, sang ibu juga mempunyai peran yang sangat penting dalam karir dan hidup Bang Rezki. Selain mengajarinya mandiri dan ilmu agama sang Ibu juga selalu mengingatkan untuk sholat tepat waktu dan selalu menghargai sesama serta bersyukur atas nikmat Allah SWT.

Bang Rezki mulai mempunyai penghasilan sendiri dari sejak berjualan bersama ibu tercintanya dan ikut nyambi bersama ayahnya membawa angkot, bahkan bang Rezki masih ingat nomor lambung angkot kesayangannya "020 Jurusan Kenten Laut".

Ia tak segan-segan dan malu atas kondisi masa kecilnya yang malah menjadikannya sosok pria yang penyabar serta penyayang terhadap sesama termasuk ke adiknya M Tata Suharta yang sekarang sedang menempuh pendidikan Dokter di Universitas Sriwijaya Palembang.

Lulus dari SMA Negeri 2 Palembang tahun 2004, yang secara sejarah sekolah tersebut memiliki almamater yang sama dengan pimpinan Polri saat ini, Jendral Tito Karnavian. Hal inilah yang menjadikan Bang Rezki termotivasi untuk dapat menjadi seorang Polisi yang Profesional, Modern dan Terpercaya.

Sebelum menjadi perwira Polri lulusan Akpol tahun 2012 dengan nama Detasemen Wirathama Bhayangkara, Bang Rezki sempat menempuh pendidikan sebagai bintara Polri tahun 2005 gelombang 2 (ZLD). Kesempatan dan nasib berpihak kepadanya berkah dari kejujuran, kerja keras dan restu kedua orang tuanya menjadikan Bang Rezki Perwira Polri yang Promoter.

Perkembangan karir pendidikan Bang Rezki umum maupun Polri:

(1). 1998 SD MUHAMMADIYAH 1 PALEMBANG

(2). 1998 – 2001 SMP NEGERI 13 PALEMBANG

(3). 2001 – 2004 SMA NEGERI 2 PALEMBANG

(4). 2005 SPN BETUNG POLDA SUMSEL

(5). 2012 AKADEMI KEPOLISIAN

(6). 2013 PTIK PROGRAM LANGSUNG DI AKADEMI KEPOLISIAN

(7). 2014 PAMA DAS INTELIJEN

(8). 2014 PENYELIDIK KEUANGAN - JCLEC SEMARANG

(9). 2017 SEKOLAH BAHASA POLRI PROGRAM S-2 LUAR NEGERI

(10). 2017 SERTIFICATE FROM BRITIST COUNSIL

(11). 2018 - SEKARANG - DIKBANG SPES TIPIDKOR.

Berbagai penghargaan dalam pengungkapan yang telah diperoleh selama di Aceh Utara, diantaranya:

(1). Penangkapan DPO pemerkosaan yang telah lari selama 1 tahun.

(2). Pengungkapan penggorokan nenek tua di Langkahan, Aceh Utara.

(3). Pengungkapan pembunuhan nenek tua kedalam sumur di simpang cibrek, Aceh Utara.

(4). Pengungkapan pembunuhan pengusaha asal Tanggerang di Aceh Utara

(5). Pengungkapan pembobol belasan rumah dgn tersangka Burong (nama julukan yang artinya Hantu)

(6). Penangkapan oknum ustad yang mencabuli santrinya sendiri di Aceh Utara

(7). Penangkapan terhadap Ayah Tiri yang mencabuli anak tirinya sendiri di Aceh Utara. (profil)

Penulis:Hafiz
Rubrik:Sosok

Komentar

Loading...