Korban Pencabulan Guru Ngaji Merangkap Sekdes di Abdya Berjumlah 26 Orang

ilustrasi-pencabulan

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Korban pencabulan (sodomi) yang dilakukan MA salah seorang Sekdes di Abdya bertambah menjadi 26 orang. Hal ini diketahui berdasarkan laporan yang diterima pihak Pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Abdya.

Ketua P2TP2A Abdya, Harmansyah mengatakan, awalnya ditemukan 19 korban setelah dikembangkan jumlahnya bertambah menjadi 26 orang korban. Jumlah ini diketahui berdasarkan hasil interogasi guru di salah satu sekolah yang mana tempat rata-rata para korban menuntut ilmu.

"Kita terus melakukan pendekatan atau pendampingan terhadap korban, kita terus lacak apakah masih ada kemungkinan korban lain atau tidak dari pelaku yang sama. Dari pelaku ini sendiri, tim psikolog kita juga sudah mewawancarai kemungkinan ada tersangka lain dan Senin kita berkoordinasi dengan Polres," ujarnya Minggu.

Menurutnya informasi yang diterima, pelaku perbuatan bejat tersebut diketahui bukan hanya satu orang. Namun hingga kini belum terdeteksi, hanya saja baru memperoleh pengakuan dari MA bahwa dirinya awalnya berkawan dengan orang gay. P2TP2A juga masih melacak korban lainnya yang nantinya juga akan dilaporkan dan dikembangkan.

"Kasus ini memang sudah tergolong lama sejak 2013. Terungkap kemarin dari pihak sekolah ada perilaku siswa yang jauh berbeda dari biasanya, sehingga mereka kecewa ada sesuatu hal terjadi pada anak tersebut," kata Harmansyah.

Perlakuan berbeda yang dimaksud, lanjutnya, misalnya saat guru mengajar bicaranya agak sedikit porno. Kemudian saat pertemuan di aula, sesama siswa yang merupakan korban ini saling memegang alat kelamin yang menjadi kecurigaan guru, sehingga tiga orang korban yang diketahui berperilaku begitu dipanggil dan diintrogasi maka terungkaplah kasus ini.

"Menilai fenomena yang terjadi saat ini, sebenarnya kalau melihat pelaku dia adalah orang luar kabupaten Abdya. Tetapi dia menikah di Abdya, jadi bukan asli penduduk Abdya. Ketika kita interogasi juga pelaku itu pernah mendapatkan perlakuan yang sama ketika dia SMP. Pelaku pernah menjadi korban saat belasan tahun lalu. Jadi kita melihat sebenarnya kasus ini memang ada riwayat sebelumnya, dia pernah mendapatkan perlakuan seperti itu, jadi hari ini dia melakukan kepada orang lain," ungkapnya.

Saat ini pihaknya juga melakukan pendampingan terhadap para korban. Pendampingan yang dilakukan paska kejadian yakni disamping terus melacak apakah ada korban lain, juga dilakukan trauma hilling beberapa kali terhadap korban yang juga didampingi oleh Kapolres Abdya dan dari tim provinsi Aceh, ibu gubernur.

"Dari hasil trauma hilling, ada 4 orang yang tergolong berat traumanya dan itu proses penyembuhan agak lama. Empat orang ini akan kami rujuk ke psikolog, kadang-kadang ketika kita sudah bicara dia tidak konsen cenderung meminta perlakukan seperti itu artinya dia ini ternyata sudah lama sekali diperlakukan oleh pelaku," jelasnya.

Empat orang ini, sambungnya, kemungkinan besar dirujuk ke provinsi, yakni Banda Aceh karena para korban juga ada yang melakukan sesamanya.

"Dia (pelaku) bukan melakukannya sendiri tetapi modusnya ini mengajak anak-anak ke kebun tebu, saat disana diajak 5 sampai 6 anak yang diajak nonton film porno. Disitu mereka diperlakukan sesama semua sehingga ada yang dengan pelaku dan sesama anak," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...