Polres Aceh Besar Temukan Ladang Ganja dan Tangkap 2 Pemiliknya Serta Sindikatnya

Polres Aceh Besar musnahkan ladang ganja

ACEH BESAR, ACEHPORTAL.COM - Sat Resnarkoba Polres Aceh Besar kembali mengungkap jaringan sindikat peredaran dan ladang ganja seluas kurang lebih setengah hektar (500 meter), di kawasan pegunungan Samahani, tepatnya di Gampong Lam Ara Tunong, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Kamis (8/2/2018) siang, sekira pukul 11.00 WIB.

Pengungkapan jaringan dan ladang ganja sekaligus pemusnahan ini dipimpin langsung Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Suprihasto didampingi Kasat Resnarkoba, Iptu Yusra Aprilla bersama Kapolsek Kuta Malaka, Iptu Burhanuddin beserta puluhan personel jajaran Polres Aceh Besar.

Kapolres mengatakan, pihaknya mengamankan dua tersangka selaku pemilik lahan dan penanam ganja, yakni MI dan MNH.

Keduanya ditangkap setelah tim Sat Resnarkoba Polres Aceh Besar melakukan pengembangan atas penangkapan sebelumnya.

"Ladang ganja ditemukan setelah kedua tersangka diinterogasi, keduanya mengaku memiliki dan menanam ganja di kawasan kecamatan Kuta Malaka seluas setengah hektar, maka dari itu kita menuju ke lokasi," ujar Kapolres.

Ia menjelaskan, dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan kurang lebih seribu batang ganja berukuran 1,5 Meter hingga 2 meter yang usianya mencapai 3 Bulan.

Ganja ini pun ditemukan dalam kondisi siap panen, bahkan sebagian besarnya sudah dipanen oleh kedua tersangka.

"Kita berjalan kaki sekitar 30 menit dari lokasi parkir kendaraan dan menemukan sekitar seribuan batang ganja siap panen. Bahkan sebagian sudah dipanen dan dipotong-potong, tinggal diangkut saja sesuai untuk kemudian diolah lebih lanjut," jelas Kapolres.

Setiba di lokasi, ratusan batang ganja tersebut kemudian langsung dimusnahkan di lokasi dengan cara dicabut dan dibakar hingga habis. Petugas juga membawa 50 batang ganja itu sebagai barang bukti ke Mapolres Aceh Besar.

Sementara itu, Iptu Yusra Aprilla mengatakan, pihaknya menangkap 5 tersangka penyalahgunaan ganja di kawasan Montasik, Aceh Besar, Selasa (7/2/2018) kemarin, sekira pukul 21.30 WIB.

Barang bukti yang diamankan berupa satu kilogram ganja, sebungkus ganja seberat 5 gram serta 2 unit telepon seluler merek Samsung dan Vivo.

"Kelima tersangka yakni MI (22) dan MNH (22) yang berprofesi sebagai petani, serta FH (34), JN (32) dan RM (25), Swasta. Kelimanya merupakan warga Aceh Besar," kata Kasat Resnarkoba.

Penangkapan dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa ada pelaku transaksi ganja di kawasan tersebut. Atas informasi itu, tim langsung menuju ke lokasi yang dimaksud untuk melakukan pemantauan.

"Sekitar 15 menit, sebuah sepeda motor Yamaha Mio Soul yang mencurigakan melintas, kemudian tim opsnal langsung memberhentikan motor yang ditempati MI Dan MNH tersebut. Saat diperiksa, ditemukan ganja seberat satu kilogram," jelas Iptu Yusra.

Saat diinterogasi, lanjutnya, keduanya mengaku bahwa ganja tersebut dipesan oleh ketiga tersangka lainnya yakni FH, JN dan RM. Tim kemudian menuju ke kecamatan Krueng Barona Jaya untuk menangkap ketiga tersangka.

"Saat ditangkap, ditemukan barang bukti berupa 5 gram ganja kering. Dari pengembangan penangkapan itulah kita berhasil menemukan ladang ganja ini," ungkapnya.

Saat ini, kelima tersangka bersama barang bukti, termasuk 50 batang ganja yang disita dari ladang, masih diamankan di Mapolres Aceh Besar untuk proses lebih lanjut.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Foto

Komentar

Loading...