Terkait Pencabulan di Abdya, Polisi: Pelaku Memaksa Para Korban Awalnya

ilustrasi-pencabulan

BANDA ACEH, ACEHPORTAL. COM - Kapolres Abdya, AKBP Andy Hermawan melalui Wakapolres, Kompol Jatmiko mengatakan, pelaku pencabulan belasan anak yakni MA yang merupakan Sekdes merangkap sebagai guru mengaji mengaku awalnya memaksa para korbannya untuk melakukan pencabulan tersebut.

Hal ini diakui tersangka kepada pihaknya saat menjalani pemeriksaan lanjutan secara intensif di Mapolres Abdya, Kamis (1/2/2018). "Awal mulanya para korban dipaksa, kalau tidak mau dipukul pakai besi kecil," ujarnya saat dikonfirmasi.

Karena sudah sering melakukan hal keji tersebut, kata Wakapolres, para korban sudah merasa candu dan sering meminta. "Bahkan sesama para korban mereka saling melakukan, ini menurut pengakuan tersangka," kata mantan Kabag Ops Polresta Banda Aceh dan Polres Langsa ini.

Sementara, pihak sekolah mengaku para korban ini sering terlihat seperti orang yang kosong pikiran, melalui dan tidak konsentrasi terhadap aktivitas di sekolah. Mereka terlihat tidak percaya diri, penakut, pemalu dan seperti orang yang kehilangan gairah dan semangat.

"Pihak sekolah berharap bantuan dari pemerintah untuk tenaga ahli atau psikologi. Pihak sekolah juga berharap bantuan dari pemerintah untuk bidang olahraga seperti sepak bola, karena sebagian besar mereka menginginkan sepak bola," ungkapnya.

Selain itu, pihak sekolah juga mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk sejumlah fasilitas sekolah yang kurang memadai, seperti sarana prasarana mushalla, bak dan tower air, rehabilitasi bangunan sekolah yang rusak serta fasilitas lainnya yang terlihat sangat memprihatinkan.

"Ini yang disampaikan ke kita saat berkunjung ke sekolah tadi. Kita juga akan sampaikan hal ini kepada pemerintah atau pihak terkait," tambah Kompol Jatmiko.

Sementara itu, Kasat Reskrim, Iptu Zulfitriadi yang dikonfirmasi terpisah melalui telepon seluler mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan dengan mengambil keterangan para saksi korban, termasuk si pelaku sendiri.

"Saat ini mta masih mengambil keterangan saksi korban," ujarnya singkat melalui pesan Whats'App.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...