KAMMI: Maraknya LGBT Bukti Kontrol Sosial Masyarakat Aceh Mulai Melemah

Ketua Umum PW KAMMI Aceh, Tuanku Muhammad

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Akhir-akhir ini, isu LGBT mulai menjadi pembicaraan setiap masyarakat Aceh. Mulai dari rumah-rumah, warung kopi, hingga di tempat kerja. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga mulai memperbincangkan tentang LGBT.

Isu ini kembali ditambah 'booming' ketika aksi berani Kapolres Aceh Utara AKBP, Untung Sangaji dalam menertibkan sejumlah waria di beberapa salon yang terdapat di daerah Aceh Utara. Akibatnya, hampir setiap orang di Aceh sudah mulai mencari tahu apa itu LGBT.

Belum lagi berita terbaru menyebutkan bahwa telah ditangkap seorang Sekdes di sebuah gampong di Abdya yang telah menyodomi sebanyak 19 korban yang rata-rata masih dibawah umur.

Dari berbagai kejadian yang selama ini terjadi menunjukkan bahwa LGBT sudah mulai banyak menjangkiti orang Aceh.

Mulai dari usia muda hingga usia tua. Padahal dulunya, kita sangat jarang mendengar terjadinya kejadian-kejadian yang berbau LGBT di Aceh.

Menanggapi maraknya  LGBT di Aceh, Ketua Umum PW KAMMI Aceh, Tuanku Muhammad mengatakan, hal ini terjadi akibat semakin kurang kontrolnya masyarakat Aceh dalam menjaga keluarga dan lingkungan sosialnya.

Dulunya rakyat Aceh sangat memandang penting kontrol sosial sehingga setiap aturan-aturan dalam kehidupan masyarakat masih sangat dijaga.

"LGBT di Aceh sebenarnya tidak akan tumbuh jika setiap keluarga menjaga dan mengontrol anggota keluarganya dengan baik.

Salah satu cara menjaganya adalah dengan kembali menanamkan nilai-nilai Islam bagi setiap anak-anaknya sejak kecil" ujarnya Kamis (1/2/2018).

Menurutnya, di zaman modern ini setiap orang akan dengan mudah mengakses apapun yang ingin didapatnya. Akibatnya akan lahir sifat manusia yang selalu merasa bebas mengekspresikan keinginannya.

"LGBT itu juga tumbuh dari sifat kebebasan mengekspresikan itu. Maka hanya iman yang kuat yang bisa membatasinya," jelas Tuanku.

Sebab itu, lanjutnya, sangat diharapkan masyarakat Aceh untuk kembali menguatkan sendi-sendi kontrol sosial yang dulunya sangat dirasakan di tengah-tengah kehidupan masyarakat Aceh.

"Jika ini kembali kita kuatkan maka tidak hanya LGBT yang bisa kita basmi di bumi Aceh tapi seluruh kejahatan-kejahatan lainnya juga bisa kita hilangkan,"  tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Kota

Komentar

Loading...