Forkab: Daya Rusak LGBT Hampir Sama Kejam  Dengan Terorisme

Ketua DPP Forkab Aceh, Polem Muda Ahmad Yani 

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Ketua DPP Forkab Aceh, Polem Muda Ahmad Yani menilai bahwa daya rusak perilaku LGBT bagi generasi penerus sangat mengerikan bahkan lebih kejam daripada perilaku Terorisme.

"Jika perbuatan teroris dapat kita rasakan dampaknya secara nyata, tetapi dampak dari perilaku LGBT ini sangat Soft Power sehingga gejalanya baru kita rasakan saat sudah membesar dan tak dapat ditanggulangi," ujarnya Kamis (1/2/2018).

Menurutnya, apabila perilaku LGBT membesar dalam taraf yang tak terkendali, hal tersebut tentu secara langsung mempengaruhi populasi umat manusia.

"Gerakan penyebaran perilaku kaum LGBT sangat cepat dan profesional serta mampu mempengaruhi institusi kejiwaan modern dan dunia. Coba kita cermati sekitar tahun 1952 American Psychiatric Association ( APA ) memasukkan perilaku Gay sebagai penyakit mental,"  katanya.

Ia menjelaskan, pada tahun 1973 keputusan ini dianulir, jadi hanya dalam waktu 21 tahun kaum LGBT mampu mengintervensi dan merubah persepsi medis sebuah lembaga sekelas APA.

"Guru besar Fakultas Indonesia Profesor Dadang Hawari juga mendiagnosa perilaku LGBT merupakan gangguan kejiwaan,tetapi diagnosa ini mendapat tentangan keras dari berbagai kalangan baik nasional maupun Internasional. WHO sendiri sudah mengikuti alur pemikiran bahwa LGBT bukan penyakit jiwa dan hanya merupakan orientasi seks yang berbeda," jelasnya.

Demikian pula komisi HAM ( HRC ) PBB yang mendukung dan mengakui sepenuhnya HAM kaum LGBT sebagai bagian dari HAM yang Universal.

"Makanya kita jangan heran jika perjuangan Bapak Kapolres Aceh Utara dalam memberantas perilaku kaum LGBT mendapat tentangan keras dari berbagai kalangan. Kita percaya Pak Untung tidak takut dengan beragam kecaman dari penggiat HAM yang mendukung LGBT, beliau pejuang kebenaran Rakyat Aceh dan institusi Polri pasti mendukung tindakan bapak," seru dia.

Ia juga mengatakan, pihaknya (Forkab) yang memiliki angggota di 23 Kabupaten/Kota juga akan berdiri satu saf dengan AKBP Untung Sangaji guna memberantas perilaku kaum Nabi Luth di Bumi Serambi Mekah. "Kami sepakat bahwa, perilaku LGBT lebih berbahaya dari teroris," tegasnya.

DPP Forkab juga menyayangkan tekanan yang diberikan oleh para pekerja HAM terkait kebijakan yang diambil oleh Kapolrea Aceh Utara.

Menurutnya, aktivis HAM tanpa sadar menghancurkan masa depan republik ini dengan mendukung perilaku kaum LGBT.

"Atas nama HAM apakah Komnas HAM mau berhadapan dengan ketentuan hukum Islam. Jika kita membela perilaku LGBT sama dengan meleceh kan ajaran Agama, ini tentu akan berhadapan langsung dengan mayoritas pemeluk Islam di Aceh. Kita tidak ingin generasi bangsa mendapat laknat dari Allah SWT secara menyeluruh hanya akibat perbuatan menyimpang dari sekelompok kaum LGBT," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...