Aceh Jadi Contoh MILF Ciptakan Perdamaian di Filipina Selatan

Militer Filipina kuasai Marawi (Foto: Reuters/Erik De Castro)

ACEHPORTAL.COM - Delegasi Front Pembebasan Islam Moro (MILF), berkunjung ke Jakarta. Saat menemui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mereka menyampaikan keinginan untuk belajar perdamaian dari Indonesia.

Lawatan MILF kali ini dipimpin langsung oleh pemimpinnya, Murad Ebrahim. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, menyebut, MILF melihat perdamaian yang tercipta di Provinsi Aceh sebagai contoh terbaik untuk diterapkan di wilayah Filipina Selatan.

"MILF datang untuk belajar proses perdamaian yang berhasil dilakukan di Aceh," ujar Arrmanatha, di kantor Kemlu, Kamis (2/1).

Tidak cuma bertemu Retno, selama berada di ibu kota, delegasi MILF direncanakan bertemu pejabat tinggi pemerintahan serta beberapa organisasi Islam. Sebelumnya MILF telah sowan ke Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"MILF juga akan bertemu NU dan Muhammadiyah, mereka akan pula bertemu Wakil Presiden," sebut dia.

Sampai sekarang, konflik masih kerap terjadi di Filipina Selatan. Terakhir kali, wilayah Marawi sempat dikuasai milisi pro-ISIS Maute.

Bahkan, hingga kini, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, masih memberlakukan keadaan darurat militer di Filipina Selatan.

MILF dulunya merupakan pemberontak di Filipina Selatan. Mereka berkeinginan untuk memerdekakan wilayah tersebut dari pemerintahan pusat.

Kelompok tersebut baru berdamai dengan pemerintah Filipina pada 2014 setelah melakukan pemberontakan sejak tahun 1960-an. Namun masih banyak grup sempalan MILF yang melakukan perang gerilya dan merongrong keamanan di Mindanao, Filipina Selatan.

Salah satunya adalah Abu Sayyaf yang telah berbaiat kepada ISIS. Abu Sayyaf juga kerap melakukan penyanderaan, di antaranya terhadap anak buah kapal asal Indonesia.

Penulis:Hafiz
Sumber:kumparan.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...