Tahun 2017, SKIPM Aceh Temukan 18 Kasus Pelangaran Perikanan

Kepala SKIPM Aceh M Darwin Syah Putra

Banda Aceh,acehportal.com - Kepala Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (SKIPM) dan Keamanan Hasil Perikanan Aceh, M Darwin Syah Putra Mengatakan, sepanjang tahun 2017 ditemukan sebanyak 18 kasus pelanggaran Peraturan Perikanan yang terjadi di Aceh.

“Kasus pelanggaran aturan tersebut yang paling dominan adalah kasus ekpor  lobster dan kepiting yang dibawah ukuran dan bertelur” ujar Darwin pada konferensi pers di Banda Aceh, Minggu (31/12/17).

Ia mengatakan, pelarangan  tersebut sudah diatur sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan  NOMOR 56/PERMEN-KP/2016  tentang  larangan penangakapan atau mengeluarkan lobster, kepiting dan rajungan dari wilayah Negara Republik Indonesia.

“kebanyakan pelalanggaran yang dilakukan para pengguna jasa adalah mencampurkan antara kepiting bertelur dengan  tidak bertelur yang tidak sesuai aturan, ini jelas bertentangan  dengan PERMEN - KP Nomor 56 Tahun 2016’’ kata Darwin.

selama ini  pengguna jasa yang melakukan pelanggaran aturan merupakan orang lokal (Aceh) yang mempunyai jaringan keluar. Artinya, kata Darwin tidak mungkin dipasok sampai 4 ribu ekor kepiting hanya dari usahanya sendiri.

Lebih lanjut, pihaknya akan menindak tegas pengusaha/pengguana jasa  yang membawa kepiting, lobster, ikan dan hasil laut lainnya tanpa melalui BKIPM, “bila kedapatan maka barang akan disita dan pemiliknya bisa dipidana” terang Darwin.

“Sajauh ini, Lobster dan kepiting paling dominan  di ekpor ke Negara Malaysia, Singapore dan Taiwan” ungkapnya.

Penulis:ded
Rubrik:Kota

Komentar

Loading...