MPU Larang Umat Islam Gelar Kegiatan Perayaan Tahun Baru

perayaan tahun baru Foto: diaryhijaber.com
BANDA ACEH,  ACEHPORTAL.COM -- Wakil Ketua II Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk Faisal Ali mengimbau masyarakat Aceh, khususnya yang beragama Islam, untuk tidak melaksanakan berbagai kegiatan, termasuk doa dan zikir yang dianggap ikut merayakan pergantian malam tahun baru 2018.

"Kalau ada kegiatan doa bersama, silahkan dilaksanakan, namun jangan dikaitkan dengan pergantian malam tahun baru," ujarnya Sabtu (30/12/2017).

Dia menjelaskan, pihaknya sudah merekomendasikan kepada umat Islam melalui ceramah-ceramah, merayakan pergantian tahun baru Masehi tidak ada manfaatnya. Selain itu dalam konteks agama, kegiatan tersebut tidak termasuk dalam kategori syariat.

"Berdasarkan melihat, mengkaji, mendalami pengalaman yang sudah ada, maka perayaan menyambut malam pergantian tahun baru itu tidak ada manfaatnya sama sekali, selain hanya dalam konteks keduaniawian. Hana manfaat, nyang na meularat (Tidak ada manfaat, yang ada merugikan atau meularat). Maka dari itu, apa yang dilakukan itu akan sia-sia apabila dilakukan oleh umat Islam," jelasnya.

MPU Aceh juga mengimbau umat Islam ada di Aceh, untuk tidak melakukan perayaan malam tahun baru dengan menggelar doa dan zikir bersama. Menurutnya, berdoa dan zikir bisa dilakukan kapan saja, meskipun bersamaan dengan waktu malam pergantian tahun.

"Jadi kapan saja boleh berdoa dan berzikir, nanti boleh, malam boleh, siang boleh, maupun sewaktu tepat malam tahun baru boleh tetapi bukan bagian dari pada menyambut tahun baru. Kita berharap perlu dilakukan tindakan dan tidak boleh dilakukan penyambutan malam tahun baru Masehi itu. Jangan biasakan membawa atau melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat," tegasnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...