Pangdam IM: Alih Komando Pengedalian Upaya Penataan Organisasi TNI AD

Aceh Utara, acehportal.com – Alih komando pengedalian Brigif 25/Siwah ini, sebagai bagian dari upaya penataan organisasi TNI AD, dalam rangka pembangunan kekuatan pokok minimum essential force (mef) yang dilaksanakan atas dasar konsep pertahanan berbasis kemampuan, sesuai dengan kebijakan strategis TNI AD 2010-2029.

Demikian yang disampaikan Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Moch Fachrudin S.Sos, Kamis pagi (28/12/17), usai meresmikan Markas Komando Brigade Infanteri (Brigif) 25/Siwah, sekaligus memimpin upacara alih komando pengendalian tiga Batalyon Infanteri jajaran Korem 011/LW di Gampong Blang Aman, Kecamatan Lhokseukon, Kabupaten Aceh Utara.

Pangdam mengatakan, berdirinya Brigif 25/Siwah tersebut merupakan permintaan masyarakat dan Pemerintah daerah Aceh. Selain itu, implementasi dari program pembinaan TNI AD pada bidang penggelaran kekuatan.

“Kehadiran Brigif 25/Siwah di tengah-tengah kita saat ini, sesuai dengan tuntutan perkembangan lingkungan dan kebutuhan, untuk segera bersama-sama aparat pemerintah lainnya mewujudkan terciptanya keadaan yang lebih baik dan kondusif, demi kelangsungan hidup dan kehidupan masyarakat di daerah Provinsi Aceh,” kata Pangdam.

Dengan terciptanya rasa aman dan tenteram, pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas kehidupannya sehari-hari dengan baik.

Oleh karena itu, Pangdam meminta kepada seluruh prajurit melaksanakan langkah – langkah konkrit, untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi, dengan tetap berpedoman pada kebijakan pimpinan, dilandasi oleh soliditas, profesionalisme dan disiplin keprajuritan yang kuat, serta dengan memantapkan semangat pengabdian dan jiwa juang yang tinggi, sehingga para prajurit selalu memiliki kesiapsiagaan yang tinggi.

“Kita adalah prajurit rakyat, yang berarti prajurit yang berasal dari rakyat, berjuang bersama rakyat dan untuk kepentingan rakyat, sehingga rakyat sejahtera,” sambungnya.

Menurut Pangdam, tanpa keikutsertaan dan dukungan seluruh warga dan tokoh masyarakat serta aparat pemerintah di daerah, maka kegiatan, pekerjaan dan tugas apapun yang TNI laksanakan, tidak akan pernah memberikan hasil yang optimal.

“Oleh karena itu, saya minta kepada segenap prajurit di wilayah ini, agar semakin memantapkan kemanunggalan TNI dengan Rakyat, serta meningkatkan kerjasama dengan semua mitra kerja kita di daerah ini,” ujarnya.

Untuk memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, perlu dibangun iklim dialogis yang berbasis dan bernuansa kebersamaan, kekeluargaan, serta ke-setaraan, antara para prajurit dengan masyarakat, aparat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan generasi muda.

“Sehingga diperoleh langkah terbaik dalam mengatasi berbagai hambatan untuk mewujudkan cita-cita masyarakat yang maju, cerdas dan sejahtera,” tutup Pangdam.

Komentar

Loading...