Terkait Penggagalan 100 Kg Ganja, Ini Kata Pihak Perusahaan

IMG-20171223-WA0032

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM -- Pihak kepolisian mengamankan 100 kilogram ganja kering yang akan dikirimkan ke luar Aceh melalui jasa pengiriman barang PT Indah Logistik Kargo yang berada di kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Jumat (22/12/2017) tadi malam, sekira pukul 22.00 WIB.

Penggagalan dilakukan setelah polisi memperoleh informasi dari masyarakat bahwa ada tiga paket yang akan dikirimkan ke Surabaya dan Karawang yang berisikan ganja kering. Informasi yang diperoleh, saat ini kasus tersebut ditangani Polresta Banda Aceh bersama Polda Aceh dan BNNP Aceh.

Saat dikonfirmasi, pihak perusahaan mengatakan awalnya ada seorang laki-laki yang mengantarkan paket tersebut pagi kemarin menggunakan becak, sekira pukul 09.00 WIB. Saat diminta untuk mengisi identitas pengirim sesuai prosedur yang ada, yang bersangkutan menolak tanpa alasan yang jelas dan kembali pulang dengan membawa paket tersebut.

''Sore harinya kembali diantar, tetapi yang bersangkutan tidak mengantar barang melalui CS, sehingga proses pendaftaran sesuai prosedur pun tidak terlaksana, paket diterima oleh karyawan lain," ujarnya saat dikonfirmasi Sabtu (23/12/2017).

Ia menjelaskan, isi ketiga paket yang dikemas menggunakan kardus besar rokok tersebut diketahui setelah petugas pemeriksa paket memeriksa paket tersebut secara manual, yang mana hal ini memang dilakukan sebelum paket akan dikirimkan ke tujuan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Dari situlah paket diketahui berisi ganja, pemeriksaan juga dilakukan atas dasar si pengirim yang tidak mau memberikan identitasnya tadi. Penemuan ini pun langsung kita laporkan ke pihak yang berwajib," jelas pria yang tak ingin disebutkan namanya ini.

Polisi yang menerima informasi itu juga langsung mengamankan barang bukti serta melakukan penyelidikan lanjut untuk mencari tahu identitas si pengirim dan penerima barang haram tersebut.

"Saat ini ditangani pihak berwajib, kita juga masih berkoordinasi dengan mereka. Rekaman CCTV pun sudah diberikan kepada pihak berwajib untuk kepentingan penyelidikan," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Nasir belum menjawab saat dicoba konfirmasi tentang kelanjutan penanganan kasus tersebut. Begitu pula dengan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...