Pengunaan Kontrasepsi Jangka Panjang Masih Terkendala di Aceh

Kabid Advokasi, Pergerakan dan Informasi (Adpin) BKKBN Aceh, Faridah, pada kegiatan pembinaan dan pengembangan kemitraan dengan berbagai media massa di Aula Kantor BKKBN Aceh, Rabu (20/12/17).

Banda Aceh, acehportal.com - Hasil survei Badan Kependudukan dan Keluarga Bencana Nasional (BKKBN) Aceh, pengguna kontrasepsi jangka panjang (IUD dan Implant) untuk masyarakat Aceh masih menjadi kendala.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Advokasi, Pergerakan dan Informasi (Adpin) BKKBN Aceh, Faridah, pada kegiatan pembinaan dan pengembangan kemitraan dengan berbagai media massa di Aula Kantor BKKBN Aceh, Rabu (20/12/17).

Ia mengatakan, penggunaan kontrasepsi jangka panjang masyarakat Aceh masih terkendala, karena masyarakat masih banyak yang belum mendapat informasi yang benar, sehingga penggunaan kontrasepsi pil dan suntik masih menjadi favorit masyarakat Aceh.

Menurutnya, pemakaian model pil dan suntik dapat merugikan diri sendiri serta juga membebani negara. Karena harus menyediakan berapa pil dan suntik setiap bulannya.

"Lain halnya dalam kontrasepsi jangka panjang (IUD dan Implant) hanya sekali untuk satu tahun, memang secara anggaran Implan itu lebih mahal, tapi pengunaannya itu jangka panjang" jelas Faridah.

Sementara itu, kataFaridah, di penghujung tahun ini, akhir bulan Desember BKKBN akan menargetkan jumlah peserta Keluarga Berencana (KB) sebanyak 108.023 orang.

"hingga bulan November yang sudah terealisasi peserta KB sebanyak 101.598 orang atau sekitar 94 persen. Jadi dengan sisa waktu ini, Jumlah peserta harus mencapai 100 persen hingga penghujung tahun 2017", ungkapnya.

Penulis:Dedi Saputra
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...