BMKG: Dahlia Sudah Mati, Hujan Belum Berhenti

Ilustrasi (AP via New York Times)

Banda Aceh, acehportal.com - Sempat dihebohkan dengan Badai Dahlia yang akan melintasi Aceh, membuat sebagian masyarakat panik dan ketakutan. Sebagai koreksi, berita menghebohkan itu sebenarnya hanya semata-mata kesalahpahaman maksud dari informasi yang disalahtuliskan oleh sejumlah penulis berita saja.

Hal ini dikatakan Kasi Data dan Informasi BMKG Aceh Stasiun Blang Bintang, Zakaria Ahmad, Selasa (5/12/2017).‎

"Untuk itu, perlu sedikit kami jelaskan. Siklon tropis Dahlia beberapa hari lalu tumbuh di sebelah selatan garis khatulistiwa dan bergerak kearah tenggara posisi Aceh sebelah utara garis khatulistiwa," ujarnya.

Dijelaskannya, secara teori, badai tropis (Ciklon) tidak dapat menyeberang garis khatulistiwa, sehingga tidak mungkin badai Dahlia melintasi Aceh. Yang dimaksud pihaknya dalam informasi yang dikirim tersebut adalah masa udara yang disedot badai Dahlia melewati Aceh dan terbentuk konvergensi (mengerucutan masa udara) atmosfir Aceh.

"Namun, sekarang Dahlia Sudah punah, tetapi hujan di provinsi Aceh masih berlanjut," kata Zakaria.

Bila dilihat dari dinamika atmosfir Aceh, lanjutnya, masih cukup banyak uap air di udara yang mencapai 80 hingga 100 persen. Disamping itu, juga masih bertahannya lowpressure di Samudra Hindia bagian barat Aceh, bahkan ada potensi lowpressure akan terbang menjadi siklon tropis sehingga sangat berpotensi tejadi hujan sedang sampai lebat di wilayah Aceh.

"Dari dinamika atmosfir yang kami sebut di atas dan dengan memperhatikan parameter meteorologi lainnya, BMKG Aceh memperkirakan hujan di provinsi paling ujung Indonesia masih berlanjut hingga 3 hari kedepan dengan intensitas rata-rata sedang hingga lebat. Disamping hujannya, masih berlanjut kilat atau petir serta angin kencang juga masih berpotensi," jelasnya.

Dengan keadaan cuaca Aceh seperti ini, diperingatkan supaya tetap waspadai banjir, tanah longsor, pohon tumbang, gelombang tinggi, jalan licin, jarak pandang yang terbatas serta bahaya petir.

"Bahaya lain yang juga patut perhatikan adalah untuk masyarakat yang tinggal di pesisir, ini karena ada peningkatan tinggi gelombang yang diakibatkan oleh cuaca buruk," sambung Zakaria.

Karena dalam tiga hari kedepan masih ada fenomena lain yang juga berpengaruh terhadap tinggi gelombang yang dinamakan dengan Fenomena Supermoon. Fenomena Supermoon ini adalah dimana bulan dalam mengorbit bumi berada pada posisi sangat dekat dengan bumi sehingga gaya tarik bulan terhadap air laut sangat besar dari biasanya yang akan terjadi pasang tinggi yang berujung dapat terjadi bahaya abrasi pantai.

"Dalam hal warning bencana hidrometeorologi ini, BMKG Aceh tidak menyebutkan satu persatu wilayah yang berdampak ini karena potensi bencana tersebut berpotensi untuk seluruh Aceh sebab musim hujan masih panjang yaitu sampai dengan awal atau pertengahan bulan Januari 2018," ungkapnya.

Misalnya, sambung Zakaria, untuk potensi banjir masih berpeluang besar terjadi di DAS, daerah cekungan, perkotaan dan juga daerah yang datar yang luas. Sedangkan untuk daerah perbukitan terutama untuk daerah kemiringan bukitnya 45° atau lebih berpotensi terjadi tanah longsor.

"Begitu juga untuk para nelayan dan penyedia jasa pelayaran agar selalu respek dengan cuaca agar lebih mementingkan keselamatan, jangan dipaksa bila tidak memungkinkan.‎ Di musim hujan juga biasanya rentan terhadap penyakit, terutama flu dan demam untuk itu kepada masyarakat agar menjaga kesehatan dengan makan berimbang, olahraga serta menjaga lingkungan agar tdk ada tempat nyamuk bertelur," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...