Kulit Dua Bocah Asal Kuta Blang Mengelupas dan Butuh Bantuan

IMG_20171122_001703

Banda Aceh, acehportal.com - ‎Radiansyah (11) dan Wulan Zaskia (7), anak dari pasangan Ridwan (52), warga Gampong Geulanggang Binje, Kecamatan Kuta Blang, Bireuen, mengalami penyakit kulit aneh sejak lahir. Saat ini, keduanya saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh.

Orang tua pasien, Ridwan (65) mengatakan, dirinya sekeluarga tiba di RSUZA tadi malam, sekira pukul 22.00 WIB. Kedua anaknya ini mengalami sakit sejak lahir. ‎Sebelumnya, mereka melakukan pengobatan di Rumah Sakit Fauziah, Bireuen, hingga ke Lhokseumawe.

"Tadi masuk dokter jam 2 dan masih menunggu hasil pemeriksaan. Tadi yang sudah diambil sampel darahnya, sementara sampel kulit atau yang lainnya belum," ujarnya saat ditemui di Ruang IGD RSUZA Banda Aceh, Selasa (21/11/2017).

‎Selama menjalani pengobatan sebelumnya, Ridwan mengaku bahwa kedua anaknya sempat membaik. Akan tetapi, penyakit ini kembali muncul di seluruh tubuh anak keempat dan keenamnya ini. Sebelumnya, dokter mengatakan bahwa ini merupakan penyakit keturunan. Selama menjalani pengobatan, pihaknya hanya menerima obat gatal yang diberikan pihak rumah sakit.

‎"Kondisi tubuh anak-anak saya gatal dan kulitnya terkelupas. Sebelumnya juga anak saya mengalami hal sama, tetapi hanya bertahan empat hari sejak dilahirkan dan akhirnya meninggal dunia. Sebelumnya dokter mengatakan bahwa ini penyakit keturunan, tetapi di keluarga kami tidak ada yang terkena penyakit seperti ini," ungkapnya.

Saat ini, kedua bocah tersebut masih mendapatkan perawatan di RSUZA Banda Aceh, setelah sebelumnya sering dirawat di RS Fauziah, Bireuen. Pihak keluarga mengharapkan bantuan pemerintah agar kedua buah hatinya tersebut bisa sembuh dari penyakit yang diduga termasuk langka ini.

"Selama ini sudah banyak biaya pengobatan yang kami keluarkan, bahkan tempat tinggal pun sekarang sudah tak layak. Kami berharap pemerintah sudi kiranya dapat membantu meringankan beban kami, terutama untuk tempat tinggal kami," harapnya.

‎Sementara, Wakil Kepala IGD RSUZA Banda Aceh, Masri mengatakan, penyakit yang melanda keduanya termasuk langka dan jarang terjadi yang memiliki perbandingan 20:1 juta kelahiran. "Penyakit kedua anak ini bawaan dari lahir," kata dokter analisis ini saat dikonfirmasi.

‎Ia mengatakan, pihaknya tengah berusaha memulihkan penyakit keduanya, termasuk memperbaiki gizi kedua pasien ini, karena menurutnya kedua bocah ini juga memiliki gangguan nutrisi dan gizi yang sangat kurang, sehingga menghambat pertumbuhannya.

"‎Kalau dilihat dari lukanya sudah berangsur membaik. Masalah utamanya sekarang karena kurang nutrisi dan anemia. Jadi kita rawat terus dan mungkin membuthkan transfusi untuk anemianya, kita perbaiki nutrisinya. Jika memungkinkan nanti, bisa dirawat jalan," katanya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...