Kyriad Muraya Hotel Resmi Beroperasi

Banda Aceh - Kenyamanan menginap, akomodasi dan lokasi hotel saat ini menjadi salah satu faktor penting bagi seseorang dalam memilih hotel ketika berlibur atau melakukan perjalanan bisnis, terutama ke Kota Banda Aceh.

Kyriad Muraya Hotel yang terletak di Jalan Teungku Muhammad Daud Beureueh, Simpang Lima, Banda Aceh, Kamis (16/11/2017) resmi beroperasi untuk memberikan kenyamanan dan kepuasan bagi tamu yang datang ke Banda Aceh untuk berlibur maupun berbisnis.

Selain itu, Hotel bintang 3 ini juga akan menerapkan konsep Syariat Islam, sebagai upaya mendukung penerapan syariat Islam yang sedang berjalan di Provinsi paling ujung Barat Indonesia tersebut.

“Kami sangat konsen terhadap syariat Islam, karena dari awal konsep pembagunan Kyriad Muraya Hotel ini mengarah kepada syariat Islam,”kata General Manager (GM) Kyriad Muraya Hotel Aceh, Bambang Pramusinto dalam konferensi pers Soft Opening di Banda Aceh.

Di Kyriad Muraya Hotel, kata Bambang, tidak menyediakan minuman alkohol, karoeke, SPA, kolam renang, dan fasilitas lainnya yang bertengangan dengan syariat Islam.

“Setiap kamar hotel juga disediakan sajadah, dan mushalah di meeting room, ini bukti kita taat terhadap qanun syariat Islam,”terangnya.

Lebih lanjut, Ia menyebutkan, hotel berbintang tiga ini memiliki 126 kamar, yang terdiri dari enam tipe, yaitu Superior Room, Deluxe Room, Family Room, Business Suite Room, Honeymoom Suite Room, dan President Suite Room.

Selain itu, tambah Bambang, ada tujuh meeting room berkapasitas maksimal 200 orang, dan peralatan yang lengkap yang dibutuhkan untuk rapat.

GM Kyriad Muraya Hotel Aceh juga menyampaikan hotel berlantai sembilan ini memiliki basement yang difungsikan sebagai area parkir berkapasitas 70 mobil. Selain di basement, area parkir juga tersedia di halaman hotel yang berkapasitas 30 mobil.

“Hotel ini juga memberikan kemudahan bagi para wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata keberbagai objek wisata yang ada di wilayah Banda Aceh, seperti Masjid Raya Baiturrahman, Meseum Aceh, Meseum Tsunami, PLTD Apung dan sejumlah objek wisata lainnnya,”pungkasnya.

Penulis:Teuku dedi
Rubrik:Kota

Komentar

Loading...