Bunuh Kekasih dan Suami, Nenek ‘Janda Hitam’ Jepang Divonis Mati

Chisako Kakehi dalam foto tahun 2014.(detik.com)

Tokyo - Seorang nenek Jepang yang dijuluki 'Janda Hitam' dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan. Nenek berusia 70 tahun ini dinyatakan bersalah atas pembunuhan tiga pria, termasuk suaminya sendiri.

Seperti dilansir AFP, Selasa (7/11/2017), pengadilan distrik Kyoto menjatuhkan vonis mati untuk Chisako Kakehi (70) atas pembunuhan tiga pria, termasuk suaminya, dan percobaan pembunuhan seorang pria lainnya. Hukuman mati di Jepang dilakukan dengan cara digantung.

Kakehi dikenal publik karena dituduh membunuh sejumlah pria lanjut usia yang dikencaninya. Dia disamakan dengan binatang laba-laba 'black widow' yang membunuh pasangannya usai kopulasi.

Jaksa yang menangani kasus ini menyatakan, Kakehi menggunakan sianida untuk membunuh pria-pria yang dikencaninya. Setelah korbannya tewas, Kakehi mengambil harta mereka. Dia dilaporkan telah mengumpulkan 1 miliar yen (Rp 116 miliar) dalam kurun waktu 10 tahun.

Kakehi awalnya menolak berbicara saat persidangan kasusnya dimulai pada Juni lalu. Namun dalam salah satu persidangan, dia memberikan pengakuan mengejutkan dengan mengakui telah membunuh suaminya pada tahun 2013. Suami yang dia bunuh merupakan suami keempatnya.

Kakehi memang menjalin hubungan dengan banyak pria, yang kebanyakan sudah lanjut usia dan sakit-sakitan. Beberapa pria ditemuinya lewat biro jodoh dan Kakehi secara khusus meminta pria yang diinginkannya adalah pria yang kaya raya dan tidak memiliki anak.

Kakehi diketahui menikah sebanyak empat kali. Setelah suami pertamanya meninggal tahun 1994, Kakehi dilaporkan menjalin hubungan dengan lebih dari 10 pria, yang enam orang di antaranya meninggal dunia.

Jaksa menyebut, pria yang menjadi korban Kakehi dibunuh setelah menjadikannya sebagai ahli waris dalam klaim asuransi. Hal ini membuat Kakehi menerima aliran dana hingga jutaan dolar AS.

Sumber:detik.com
Rubrik:News

Komentar

Loading...