BPOM Musnakan Kosmetik Ilegal Senilai Rp 2,7 Miliar

Foto: detik.com

Banda Aceh - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Banda Aceh memusnahkan ribuan kosmetik hingga obat-obatan ilegal. Total barang bukti yang dibakar tersebut senilai Rp 2,7 miliar.

Sejumlah obat-obatan, obat kuat, serta kosmetik ilegal ditaruh di dalam empat tempat terbuat dari drum, Selasa (7/11/2017). Beberapa petugas menyiram bensin agar mudah terbakar. Pemusnahan ini dilakukan Kepala BPOM Banda Aceh Zulkilfi serta pihak terkait.

Produk yang dimusnahkan hari ini merupakan hasil sitaan dari tahun 2016 dan 2017. Dari hasil pengawasan 2016, ditemukan 134 item obat, 1681 item pangan, 994 item kosmetik dan obat tradisional sebanyak 254 item. Totalnya yaitu 3.066 item dengan nilai ekonomis yaitu Rp 537 juta.

Sementara yang masuk ke tahap penyidikan pada tahun 2016 yaitu sebanyak 1.395 item dengan total nilainya sebesar Rp 1,7 miliar. Sedangkan hasil pengawasan pada 2017 sebanyak 1.568 item dengan nilai ekonomisnya yakni Rp 242 juta. Produk yang sudah ke tahap penyidikan sebanyak 339 item dengan total nilainya sebesar Rp 173 juta.

"Itulah jumlah yang kita musnahkan hari ini. Total nilai ekonomisnya yaitu sekitar Rp 2,7 miliar," kata Zulkifli kepada wartawan.

Menurut Zulkifli, produk yang dimusnahkan hari ini paling banyak yaitu kosmetik dan produk obat tradisional. Produk yang dimusnah tersebut selain mengandung bahan berbahaya juga banyak yang tidak memiliki izin edar di Indonesia. Sehingga dianggap barang ilegal.

Untuk melakukan pengawasan lebih efektif, BPOM Banda Aceh rencananya akan membuka dua kantor lagi di Aceh. Kantor akan dibangun di wilayah Tapak Tuan dan Takengon.

"Dengan adanya dua BPOM ini untuk lebih mudah ditindak lanjuti apabila ada laporan," ungkap Zulkifli.

Sumber:detik.com
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...