Polisi Amankan Enam Orang dan Satu Alat Berat Pertambangan Emas Ilegal di Geumpang

Foto: Ist

Banda Aceh - ‎Enam orang pekerja tambang beserta satu unit alat berat dan barang bukti lainnya diamankan tim gabungan yang melaksanakan Operasi Terpadu Penertiban dan Penegakan Hukum atas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Pidie.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak melalui Kabid Humas, Kombes Pol Goenawan mengatakan, tim operasi terpadu ini terdiri dari personel gabungan Dit Reskrimsus, Dit Intelkam, Sat Brimobda, Bid Propam Polda Aceh bersama POM Kodam IM Aceh, serta Polres dan Kodim Pidie‎.

"Juga melibatkan personel Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Aceh bersama ‎Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, operasi dilakukan sejak tanggal 31 Oktober hingga 2 November 2017 kemarin " ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (3/11/2017).

Pada Selasa (31/10/2017) lalu sekira pukul 13.30 WIB, tim mengamankan enam orang pekerja di lokasi tambang ilegal, tepatnya di alur sungai kawasan Gampong Lhok Kuala, Kecamatan Tangse, Pidie. Selain tersangka, juga diamankan satu unit alat berat jenis eksavator (beko) di lokasi tersebut yang kini diamankan di Mapolres Pidie sebagai barang bukti.

"‎Pekerja yang diamankan yakni HN (34), selaku operator beko, warga Langkat, Sumatera Utara dan UM (28), selaku kernet beko‎, warga Padang Tiji, Pidie. Empat orang lainnya selaku pekerja di tambang ilegal tersebut, yakni ZU (21), MU (32), F (42) dan TB (33), keempatnya juga merupakan warga Pidie," ungkapnya.

Menurut laporan yang diterima dari Wadir Dit Reskrimsus Polda Aceh, AKBP Ridwan Usman didampingi Kasubdit Tipidter, AKBP Erwan yang memimpin tim operasi terpadu tersebut, pada Rabu (1/11/2017) pihaknya melakukan pengecekan ke lokasi pertambangan tanpa izin di wilayah kecamatan Geumpang, Pidie.

"‎Dari pengecekan di lokasi kilometer 18, ditemukan bekas pengerukan lahan menggunakan alat berat di sepanjang aliran sungai. Akan tetapi saat tim tiba di lokasi, tidak ditemukan adanya giat penambangan dan tidak ditemukan adanya alar berat," kata Kabid Humas.

Tim juga hanya menemukan lahan bekas pengerukan alat berat di sepanjang aliran sungai, di kilometer 19. Namun kegiatan penambangan sudak tidak ada lagi dan di lokasi juga tidak ditemukan alat berat. Di sekitar area hanya ditemukan masyarakat yang mencari emas dengan cara diayak (indang) secara tradisional.

"‎Di lokasi kilometer 21, tim menemukan satu unit alat berat eksavator dalam keadaan rusak yang diduga ditinggal pemiliknya, sementara aktivitas lainnya tidak di temukan di lokasi tersebut. Saat tim mengecek di lokasi sekitar, terdapat sejumlah gubuk yang diduga digunakan para penambang ilegal, tim kemudian membakar gubuk tersebut," lanjutnya.

Pada Kamis (2/10/2017), kegiatan tim operasi terpadu kembali dilakukan dengan mengecek ke lokasi pertambangan emas tanpa izin lainnya, yang masih di wilayah kecamatan Geumpang, Pidie. ‎Saat pengecekan pada kilometer 18 hingga 20 kilometer, ditemukan areal bekas tambang yang rusak akibat penambangan menggunakan alat berat.

"‎Yang ditemukan juga hanya masyarakat pencari emas dengan cara tradisional, serta drum bekas penampungan bahan bakar jenis solar. Tidak ditemukan adanya alat berat di lokasi. Begitu pun di lokasi kilometer 21, hanya ditemukan areal bekas tambang yang rusak dan adanya gubuk penambang ilegal serta jeriken bahan bakar solar yang kemudian juga dibakar‎, tidak ditemukan alat berat," jelasnya.

Hal yang sama juga masih ditemukan pada lokasi kilometer 23 dan 24. Di lokasi, tim hanya menemukan bekas area tambang yang rusak akibat alat berat, gubuk para penambang ilegal, ‎jeriken bahan bakar solar, serta masyarakat yang mencari emas secara tradisional.

"‎Seluruh gubuk penambang ilegal sengaja dimusnahkan dengan dibakar agar nantinya tidak dapat digunakan lagi oleh para penambang ilegal ini. Di kilometer 24 juga ditemukan satu eksavator rusak yang ditinggal‎," kata mantan Wadir Lantas Polda Aceh ini.

Saat ini, keenam tersangka masih diamankan dan pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan serta pengembangan lebih lanjut atas temuan operasi terpadu yang dilakukan ini. ‎Sementara, alat berat rusak yang ditemukan di lokasi juga diamankan oleh sejumlah personel.

"Keenam tersangka masih diamankan di Mapolres Pidie guna diperiksa lebih lanjut yang dibantu oleh penyidik Dit Reskrimsus Polda Aceh, ini masih dikembangkan. Alat berat rusak yang ditemukan di lokasi juga dijaga oleh anggota secara bergantian untuk mencegah adanya kegiatan lain," tambah Kombes Pol Goenawan.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat penambang agar hendaknya tidak menggunakan alat berat dalam kegiatan menambang emas, karena hal itu dapat berakibat pada kerusakan kawasan hutan dan aliran sungai.

"‎Bila masyarakat mengambil secara tradisional yakni ayak (indang) dan tidak merusak lingkungan ya silahkan saja. Berdasarkan keterangan masyarakat pengindang kemarin, mereka sangat senang bila tidak ada lagi alat berat yang beraktivitas, sehingga lingkungan tidak rusak dan area mencari emas mereka juga tidak terganggu," tutupnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...