Napi Narkoba Keluar LP Tanpa Izin Ditangkap Polisi

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol T Saladin dan Kepala LP Kelas II A Banda Aceh Endang Lintang Hardiman memberikan keterangan pers. (Foto: Acehportal)

Banda Aceh, acehportal.com - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh menangkap seorang napi kasus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas II A Banda Aceh, karena tidak mengantongi surat izin resmi (ilegal) saat berada di luar sel.

“Seharusnya yang bersangkutan berada diluar itu ada mekanismenya. Intinya yang bersangkutan berada diluar ilegal,” kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin kepada wartawan, di Mapolresta Banda Aceh, Kamis (2/11/2017).

Saladin mengatakan, napi dalam kasus narkoba tersebut ditangkap polisi pada Minggu (29/10/2017) malam lalu. Setelah mendapatkan informasi yang bersangkutan diduga masih melalukan peredaran narkoba.

“Apakah betul informasinya yang bersangkutan masih melakukan kegiatan terkait dengan narkoba. Sampai sekarang belum ada indikasi ke sana, ini akan coba kita kembangkan, semoga tidak terjadi,” kata Saladin.

Napi berinisial G bisa keluar LP yang berada di Lambaro, Aceh Besar tersebut, diketahui  setelah diberikan keringanan oleh salah satu oknum sipir, bukan izin dari institusi dan tanpa mengantongi surat resmi dari lembaga itu.

“Seharusnya yang bersangkutan berada diluar itu ada mekanismenya. Intinya yang bersangkutan berada diluar ilegal,” ujarnya.

Oknum sipir itu, kata Kapolresta, memperbolehkan izin keluar terhadap  G tanpa iming-iming sesuatu. “Dari hasil pengembangan kita, mereka hanya memiliki hubungan kedekatan,” kata Saladin.

Bagi para napi di wilayah hukum Polresta Banda Aceh, diingatkan supaya menunjukkan kedisipilinannya. Karena dengan sikap kebaikan mereka akan diberikan kompensasi, berupa pemotongan masa tahanan atau remisi.

Sementara itu, Kepala LP Kelas II A Banda Aceh, Endang Lintang Hardiman mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap oknum sipir yang memberi izin keluar napi tersebut.  Dan yang bersangkutan mengakui perbuatannya.

“Sudah kita panggil, nanti akan kita berikan sanksi administrasi, tapi pelan-pelan. Kita tidak bisa secara sporadis mengambil situasi yang sudah mengakar ini, jadi tidak bisa langsung mencabut akarnya,” jelasnya.

Penulis:Redaksi
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...