Alexander Rusli Ungkap Alasan Lepas Jabatan CEO Indosat Ooredoo

Ketua ATSI sekaligus CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli(Yoga Hastyadi/Kompas.com)

Jakarta - Alexander Rusli memutuskan tidak melanjutkan kontrak kerjanya sebagai CEO dan Presiden DirekturIndosat Ooredoo. Per hari ini, Rabu (27/9/2017), ia tak lagi memegang pucuk kepemimpinan di operator telekomunikasi bernuansa kuning.

“Industri sekarang lagi bergejolak, nggak mudah. Saya susah melihat lima tahun ke depan seperti apa. Challenge-nya terlalu besar,” kata Alexander Rusli kepada KompasTekno, Rabu pagi, saat ditanya alasan tak melanjutkan kontraknya.

“Saya di-hire kan harus ada tujuannya, target yang jelas dan terukur. Kalau nggak, saya nggak mau jadinya kayak kerja biasa aja,” ia menambahkan.

Ketika dikontrak lima tahun lalu, Alexander Rusli bercerita, ia dan Indosat Ooredoo menyepakati target yang sama. Ia pun berkomitmen penuh dengan target tersebut dan mengklaim telah melakukan yang terbaik.

Salah satu target yang dicapai adalah menjadikan Indosat Ooredoo sebagai operator telekomunikasi nomor dua di Indonesia. Selain itu selama kepemimpinannya, Indosat berhasil mengurangi pengaruh fluktuasi mata uang terhadap laba atau rugi bersih perusahaan.

“Tiga tahun lalu kami capai Indosat sebagai operator terbesar kedua. Utang perseroan juga turun dalam dollar AS, dari 58 persen ke 12 persen. Target-target besar semua tercapai,” ia menuturkan.

Ke depan, Alexander Rusli mengatakan minatnya untuk masuk ke industri yang game-changing. Menurut dia, industri telekomunikasi bukanlah industri yang bisa mengubah sesuatu, tetapi lebih seperti infrastruktur penggerak.

“Saya maunya nanti di industri yang lebih dinamis. Tapi kalau sekarang sampai masa transisi tiga bulan saya masih fokus di Indosat dulu,” kata pria yang pernah menjadi staf ahli di Kementerian BUMN tersebut.

Kontrak Alexander Rusli di Indosat Ooredoo seharusnya berakhir pada 31 Oktober 2017. Namun, ia telah mengajukan Surat Pemberitahuan untuk tak melanjutkan jabatannya itu sejak Jumat (22/9/2017) pekan lalu.

Surat pengunduran diri Alexander Rusli sendiri resmi dikeluarkan pada Selasa (26/9/2017) kemarin. Dalam masa transisi, jabatan CEO dan Presiden Direktur dipegang Joy Wahjudi yang sebelumnya menjabat Director and Chief Sales and DIstribution Officer Indosat Ooredoo.

Perusahaan akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada November 2017 mendatang untuk menentukan CEO dan Presiden Direktur Indosat Ooredoo yang baru.

Sumber:kompas.com
Rubrik:News

Komentar

Loading...