PT Samana Citra Agung Bantah Serobot Lahan Warga Terkait Pembanguan Pabrik Semen PT SIA

PT Samana Citra Agung Gelar Konferensi pers di Banda Aceh Jum'at 22/9/2017.

Banda Aceh,acehportal.com - Pihak PT Samana Citra Agung membantah tuduhan telah menyerobot  lahan masyarakat dalam kerjasama dengan PT Semen Indonesia Aceh (SIA) untuk mendirikan pabrik semen di Kecamatan Batee, Pidie.

Pernyataan ini disampaikan oleh kuasa hukum PT Saman Citra Agung Safaruddin, dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Syiah Kuala, Banda Aceh, Jumat (22/9/2017).

Dalam konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh pihak perusahaan PT Samana Citra Agung, kuasa hukum dari pihak YARA, mantan Kepala BPN Pidie dan sejumlah perwakilan masyarakat gampong di sekitar pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia Aceh (SIA) tersebut.

Safaruddin menegaskan bahwa Selama ini yang dikatakan bahwa perusahaan mengambil lahan warga itu tidak benar, perusahaan tidak pernah menyerobot tanah warga.

Ia menjelaskan, surat terakhir dari BPN Aceh yang ditujukan kepada Gubernur Aceh berisi tentang memberikan data dukungan terhadap persoalan‎ lahan PT Semen Indonesia Aceh (SIA). Berdasarkan dokumen data fisik dan yuridis tersebut, penguasaan lahan perusahaan adalah sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Pakai seluas 1.958 hektar.

"‎Adanya tuntutan pengembalian kerugian lahan masyarakat Gampong Kule dan Cot ini setelah dilakukan survei lapangan pada lahan itu, ternyata lahan berada di luar area PT SIA. Jadi, memang ada lahan itu tetapi bukan di kawasan PT SIA, di luar kawasan," katanya.

Sebelumnya, pihak PT Samana juga sudah mengirim surat kepada Keuchik gampong tentang pemberitahuan keberatan terhadap lahan pendirian PT SIA tersebut pada 8 September 2016 lalu, yang juga ditembuskan kepada muspika dan muspida setempat.

"‎Dalam surat dituliskan bahwa pihak perusahaan meminta keuchik agar menyampaikan segera bila ada lahan yang masuk dalam pembangunan pabrik semen itu. Kita sudah sampaikan ke masyarakat bahkan siapkan surat keterangan kepemilikan lahan untuk diisi warga, namun keuchik setempat tidak ada yang mau meneken, sebenarnya kita tidak mengambil tanah masyarakat disitu," jelasnya.

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh ini juga mengaku bingung melihat tuntutan sejumlah warga yang menuding pihak perusahaan menyerobot lahan milik warga. "Lahan yang mana? Kami tegaskan seluruh lahan PT Samana Citra Agung sudah beres dan bersih (Clear and Clean), jadi tidak ada yang diserobot," tambah Safaruddin.

Penulis:Dedi saputra
Rubrik:Kota

Komentar

Loading...