DPRA Kritisi Program beli Pesawat Rp10 M, Tsunami Cup Rp11 M, Sabang Sail Rp9,7 M

nurzahri

Banda Aceh, acehportal.com - Salah seorang anggota Badan Anggaran DPRA Nurzahri menyebutkan, rapat tahap ke dua antara Badan anggaran DPR Aceh dengan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) terjadi perdebatan alot antara beberapa anggota badan anggaran DPRA dengan Tim pemerintah.

Menurut Nurzahri, salah satu hal yang menjadi perdebatan adalah terkait gaji guru honorer SMK/SMA yang selama ini belum terpenuhi, yang menjadi perdebatan adalah mengenai besaran honor yang akan diberikan kepada 11.392 orang tenaga kontrak yang terdiri dari guru kontrak, penjaga sekolah, clining service dan tenaga kontrak lainnya.

"Ternyata gubernur hanya menganggarkan honor mereka sebesar Rp15.000 per jam pelajaran bagi guru kontrak dan Rp500 ribu perbulan bagi tenaga kontrak lainnya baik penjaga sekolah, clining service dan lain-lain," terang Nurzahri, Rabu (20/9/2017).

Nurzahri mengaku menentang keras besaran honor yang diberikan ini walaupun menurut pemerintah Aceh besaran tersebut karena tidak tersedianya anggaran.

Menurut Nurzahri, apabila pemerintah Aceh mengatakan tidak memiliki anggaran untuk gaji para kontrak merupakan pembohongan publik. Karena disisi lain ternyata pemerintah Aceh menyediakan anggaran bagi program kurang bermanfaat seperti Tsunami Cup (Rp11 milyar), panjar beli pesawat (Rp10 milyar), Sabang Sail (Rp9,7 milyar) pengadaan mobil di Jakarta bagi wagub (Rp3 milyar) dan program-program aneh lainnya.

Padahal permasalahan kesejahteraan para guru kontrak ini menyangkut rasa kemanusian dimana para guru kontrak ini telah bersusah payah mengajar anak-anak Aceh agar berpendidikan tetapi kurang dihargai oleh pemerintah Aceh, Rp15.000 perjam atau Rp500 ribu perbulan tentunya sangat jauh dari kebutuhan hidup seorang manusia merdeka.

Penulis:gun
Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...